Aparat Arab Saudi Tangkap 3 WNI, Diduga Sediakan Haji Ilegal
Kementerian Luar Negeri atau Kemenlu menyampaikan tiga orang yang diduga Warga Negara Indonesia telah ditangkap oleh aparat penegak hukum Arab Saudi. Ketiga orang tersebut disangka terlibat praktek haji ilegal yang akan berlangsung bulan depan.
Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Heni Hamidah mengatakan ketiganya diduga menyebarkan layanan haji palsu melalui media sosial. Hal tersebut ditunjukkan dari barang bukti yang telah disita aparat Arab Saudi, yakni uang tunai, perangkat komputer, dan kartu haji yang diduga palsu.
"Dua dari tiga orang yang dilaporkan menggunakan atribut petugas haji Indonesia saat penangkapan. Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah sedang memverifikasi identitas pelaku dan mengawal proses hukum selanjutnya," kata Heni di kantornya, Kamis (30/4).
Heni mengimbau masyarakat untuk hanya menggunakan layanan haji resmi yang telah diverifikasi pemerintah. Sebab, Pemerintah Arab Saudi sedang menerapkan prinsip "Tidak Ada Haji Tanpa Izin Resmi" secara ketat.
Karena itu, Heni mengatakan pemerintah di Tanah Suci sedang mengetatkan penegakan hukum berbagai bentuk pelanggaran haji ilegal. Maka dari itu, Heni menekankan calon jemaah haji harus memastikan seluruh proses ibadah haji harus melalui jalur resmi sesuai ketentuan berlaku.
Sebanyak 393 jamaah calon haji kloter pertama asal Jakarta tiba di Asrama Haji Pondok Gede, Selasa (21/4) untuk mengikuti pemeriksaan sebelum berangkat ke tanah suci dalam rangkaian ibadah haji tahun 2026.
Berdasarkan pantauan Katadata.co.id di lokasi, para jamaah menjalani pengecekan berkas dokumen dan kesehatan yang meliputi cek tekanan darah serta saturasi oksigen untuk mendeteksi apakah terdapat riwayat penyakit.
Jamaah kemudian mendapatkan gelang, kartu nusuk hingga paspor sebagai tanda pengenal dan identitas diri. Selain itu juga setiap jamaah menerima uang saku sebesar 750 Riyal atau sekitar Rp 3,4 juta.
Selanjutnya jamaah calon haji diarahkan ke kamar asrama untuk beristirahat sebelum nantinya diberangkatkan ke Bandara Soekarno-Hatta dan dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi pada Rabu, 22 April 2026.
Di sisi lain, Heni menyampaikan kondisi negara-negara di Kawasan Teluk berangsur stabil dan kondusif. Dengan demikian, mayoritas ruang udara di Asia Barat terpantau normal dan terbuka lantaran tidak ada aktivitas rudal maupun drone di kawasan.
"Hari ini tercatat ruang udara yang masih tertutup hanya di Bahrain dan Irak. Para WNI di kawasan diimbau waspada dan menjaga komunikasi dengan perwakilan pemerintah terdekat," katanya.
Adapun Heni mencatat saat ini sudah tidak ada WNI yang terlantar di Asia Barat. Sebab, pemerintah telah memfasilitasi transportasi ke dalam negeri dalam bentuk evakuasi maupun repatriasi mandiri terhadap 2.999 WNI yang sebelumnya terdampar di Asia Barat.
Sebelumnya, Heni mengatakan, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi belum mengubah rencana penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Indonesia juga tidak akan membatalkan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
"Kalau ada perkembangan lebih lanjut terkait penyelenggaraan ibadah haji lebih lanjut, tentu akan disampaikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi," kata Heni di kantornya, Jumat (13/3).
Heni mengimbau jemaah yang dijadwalkan berangkat haji bulan tahun ini untuk tetap tenang. Selain itu, seluruh jemaah diajak untuk tidak berspekulasi dan mendapatkan informasi resmi dari pemerintah secara berkala.
