Mensos Sambangi KPK, Minta Saran Soal Pengadaan Program Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul hari ini menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada pukul Jumat (8/5). Gus Ipul mengaku tujuan kehadirannya di Gedung Merah Putih KPK adalah meminta masukan kepada lembaga antirasuah terkait program pengadaan tahun ini.
Gus Ipul mengatakan, pengadaan yang dilakukan oleh kantornya tahun ini akan fokus pada program strategis nasional. Salah satu program strategis yang diusung Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan Kemensos adalah Sekolah Rakyat.
"Kami ingin program strategis Bapak Presiden, khususnya penyelenggaraan Sekolah Rakyat, tidak dikotori oleh praktik-praktik korupsi," kata Gus Ipul di Gedung Merah-Putih KPK, Jumat (8/5).
Gus Ipul mengatakan kehadirannya di KPK didampingi oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan seluruh eselon I kantornya. Menurutnya, hal tersebut penting agar KPK dapat memberikan masukan pada seluruh program pengadaan di kantornya.
Rencana pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat oleh Kementerian Sosial menjadi sorotan lantaran anggarannya dinilai jauh di atas harga pasar.
Berdasarkan dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) Kementerian Sosial Tahun Anggaran 2026 di sistem SiRUP, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp27,53 miliar dari APBN untuk pengadaan 39.345 pasang sepatu. Dengan demikian, harga satuan sepatu diperkirakan mencapai Rp700 ribu per pasang.
Kegaduhan di media sosial pun terjadi setelah sebuah foto yang memperlihatkan Gus Ipul bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan sepatu kepada sejumlah siswa yang diduga merupakan produk dari merek lokal, Stradenine.
Gus Ipul menjelaskan, harga sepatu Rp700 ribu masih merupakan tahap perencanaan, bukan harga final pengadaan. Ia menjanjikan proses pengadaan akan dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta menegaskan tidak boleh ada penyimpangan dalam pelaksanaannya.
“Tidak boleh ada lobi, tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada rekayasa, dan tidak boleh ada hal-hal yang menyimpang dalam proses pengadaan,” kata dia.
