Polisi Telah Periksa Green SM hingga KAI Terkait Kecelakaan KRL di Bekasi Timur

Andi M. Arief
8 Mei 2026, 16:34
kecelakaan , green sm, bekasi
ANTARA FOTO//Darryl Ramadhan
Warga melihat kondisi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Polda Metro Jaya masih belum menentukan jenis kejahatan yang terjadi dalam kecelakaan perkeretaapian di sekitar Stasiun Bekasi Timur. Mereka juga telah periksa 8 saksi yang berasal  PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Manggarai dan PT Xanh SM Green & Smart Mobility. 

Ada dua peristiwa kecelakaan yang terjadi, yakni tabrakan antara KRL dan Xanh SM serta tertempernya KRL commuter line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, secara total pihaknya telah memeriksa 39 saksi atas dua kejadian kecelakaan tersebut.

"Pemeriksaan lanjutan difokuskan pada unsur teknis perkeretaapian serta pihak yang berkaitan dengan operasional kendaraan taksi daring," kata Budi di kantornya, Jumat (8/5).

Budi menyampaikan Pusat Laboratorium Forensik pihaknya dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi masih mengkaji pengaruh medan listrik terhadap kendaraan milik Green SM. Namun Budi memastikan terdapat unsur pelanggaran pidana dalam kejadian tersebut.

Dia juga mendapatkan informasi sopir yang mengendarai mobil tersebut hanya mendapatkan pelatihan selama sehari sebelum dinyatakan lulus oleh Green SM. Selain itu, mobil dalam kecelakaan tersebut tetap dioperasikan meski dalam keadaan tidak prima.

Tak hanya itu, dari temuan polisi, kendaraan tersebut telah dikendarai sejauh 24.000 kilometer tanpa mendapatkan perawatan sama sekali. Hal tersebut melanggar aturan perusahaan bahwa seluruh kendaraan harus mendapatkan perawatan setiap telah menempuh 15.000 km.

"Penyidik masih mengkaji apakah kurangnya perawatan ini menjadi penyebab matinya mobil listrik tersebut atau bukan," katanya.

Pascakecelakaan kereta api di Bekasi Timur
Pascakecelakaan kereta api di Bekasi Timur (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

Budi menceritakan sopir berusaha membuka pintu mobil saat kendaraan tiba-tiba mati tepat di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur. Namun pintu mobil tidak bisa dibuka dan transmisi mobil berpindah ke posisi parkir secara otomatis.

Alhasil, sopir menurunkan kaca jendela mobil dan keluar dari jendela dengan selamat. Pengemudi dilaporkan keluar dari mobil setelah menerima bantuan warga sekitar sebelum akhirnya mobil tersebut ditabrak kereta commuter line.

Polisi juga masih mendalami peran petugas pengatur perjalanan kereta api terkait temperan antara kereta commuter line dan KA Argo Bromo Anggrek. Sebab, petugas tersebut memberikan sinyal yang membuat KA Argo Bromo Anggrek untuk melanjutkan perjalanan di wilayah Tambun.

Budi menyampaikan kecelakaan tersebut membuat sebanyak 12 korban masih dirawat di tujuh rumah sakit berbeda. Mayoritas atau lima korban saat ini masih dirawat di RSUD Kota Bekasi dan dua korban direhabilitasi di RS Primaya Bekasi Timur.

Adapun lima orang lainnya ini masih dirawat di RS Mitra Bekasi Timur, RSUD Kabupaten Bekasi, RS FMC Kuningan, RS Primaya Barat, dan RS Eka Hospital Harapan. "Pihak Pusat Lab Forensik dan ahli perkeretaapian masih mendalami rincian kejadian yang memakan waktu sekitar 30 menit sebelum kecelakaan tersebut," katanya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...