Polisi Sebut Taksi Green SM yang Ditabrak KRL di Bekasi Belum Perawatan Rutin

Andi M. Arief
8 Mei 2026, 17:49
green sm, polisi, kecelakaan bekasi
Antara/Fakhri Hermansyah
Kereta api (KA) jarak jauh melintas di samping taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Polda Metro Jaya masih memeriksa penyebab kecelakaan antara KRL dan PT Xanh SM Green and Smart Mobility Indonesia. Polisi juga telah memeriksa lima saksi, termasuk sopir dari taksi Green SM.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, mobil Green SM dalam kecelakaan tersebut tetap dioperasikan dalam keadaan tidak prima. Polisi menemukan bahwa mobil Green SM tersebut telah dikendarai sejauh 24.000 kilometer tanpa mendapatkan perawatan rutin sama sekali.

Hal tersebut melanggar aturan perusahaan bahwa seluruh kendaraan harus mendapatkan perawatan setiap telah menempuh 15.000 km. "Penyidik masih mengkaji apakah kurangnya perawatan ini menjadi penyebab matinya mobil listrik tersebut atau bukan," kata Budi di kantornya, Jumat (8/5).

Budi juga menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap sopir taksi tersebut. Dari hasil penggalian keterangan, sopir baru mendapatkan pelatihan selama satu hari sebelum dinyatakan lulus bekerja di Green SM.

"Sopir tersebut hanya mendapatkan pengenalan selama satu hari mengenai operasional unit mobil yang akan dia bawa," ujarnya.

Budi menceritakan sopir berusaha membuka pintu mobil saat kendaraan tiba-tiba mati tepat di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur. Namun pintu mobil tidak bisa dibuka dan transmisi mobil berpindah ke posisi parkir secara otomatis.

Alhasil, sopir menurunkan kaca jendela mobil dan keluar dari jendela dengan selamat. Pengemudi dilaporkan keluar dari mobil setelah menerima bantuan warga sekitar sebelum akhirnya mobil tersebut ditabrak kereta commuter line.

Manajemen Green SM Indonesia menyatakan peristiwa tersebut masih dalam proses investigasi dan belum ada kesimpulan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab kejadian. Selain itu, operator taksi listrik asal Vietnam menyampaikan duka mendalam dan belasungkawa kepada para korban.

"Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman,” tulis manajemen Green SM Indonesia dalam keterangan resminya, Selasa (28/4).

Sedangkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Termasuk dalam hal ini Menteri Perhubungan telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green SM.

Kecelakaan tersebut menewaskan total 16 orang dan puluhan lainnya luka-luka. Buntut kejadian tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga akan menutup perlintasan sebidang rel kereta dengan jalan raya di Bekasi.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...