Menhan Sjafrie Sebut Deep State dalam Birokrasi Ancam Kedaulatan Negara
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan deep state yang berada di birokrasi adalah ancaman terhadap kedaulatan negara. Menurutnya, keberadaan deep state telah menyedot kekayaan negara selama 61 tahun terakhir atau sejak awal Orde Baru.
Tak hanya itu, Sjafrie mengatakan sebagian pejabat yang memanffatkan deep state dalam birokrasi telah menunjukkan resistensi saat pemerintah melakukan revitalisasi regulasi.
"Pejabat deep state ini terlihat baik saat forum, tapi mereka langsung bekerja dengan kebiasaan masing-masing begitu forum selesai. Ini yang harus kita hilangkan, karena mereka terlalu lama menikmati kekayaan negara selama 61 tahun terakhir," kata Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR, Jakarta, Selasa (19/5).
Sjafrie menyarankan agar pemangku kepentingan mengevaluasi birokrasi dalam pemerintahan. Sebab, birokrasi tersebut dapat digunakan oleh aktor deep state yang akhirnya mengancam pembangunan.
Persoalan keberadaan deep state ini awalnya disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ini setelah dua direktur jenderal di Kementerian Keuangan dicopot dari jabatannya. Sementara, dua dirjen masing-masing di Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mundur dari jabatannya.
Prabowo juga sempat menyinggung wacana untuk membersihkan praktik-praktik nakal di Kementerian hingga Badan Usaha Milik Negara saat wawancara khusus di kediamannya pada Maret lalu.
"Kita menemukan deep state, kita menemukan ada dirjen-dirjen yang berani melawan menteri. Akhirnya kita pecat banyak sekali dirjen-dirjen. Ada dirjen-dirjen yang merasa untouchable. Ada lembaga-lembaga yang merasa tidak boleh diaudit," ujar Prabowo
Istilah deep state yang disebut Prabowo berarti pemerintahan bayangan yang terdiri dari pejabat atau entitas swasta yang beroperasi secara ilegal untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah.
Menteri PU, Dody Hanggodo, juga sempat buka suara terkait jaringan deep state dalam kementeriannya. Ia menemukan indikasi ini kala menemukan kejanggalan dalam draf laporan audit yang terkesan menyasar dirinya yang membuatnya seolah melakukan tindakan rasuah.
“Saya sudah merasa ada deep state. Tapi tidak mengira bahwa sampai sejauh itu mereka berani, bahkan ke menteri tidak peduli,” kata Dody pada 1 April lalu.
