Prabowo Akui Program MBG Punya Kekurangan, Ribuan Dapur Tak Penuhi Standar
Presiden Prabowo Subianto kembali angka bicara soal program andalannya yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo mengakui bahwa pengelolaan program tersebut masih menghadapi tantangan, salah satunya kualitas makanan.
Prabowo juga mengatakan sudah ada lebih dari 3 ribu dapur MBG yang dinilai tidak memenuhi standar pelaksanaan program. Prabowo juga meminta para pejabat daerah dan anggota DPR ikut mengawasi operasional dapur di berbagai wilayah.
“Saya sudah minta para pejabat dan saya persilakan anggota dewan DPR, Bupati, silakan periksa semua dapur. Kalau ada yang tidak sesuai laporkan segera, akan segera kita tindak,” ujarnya saat menyampaikan pidato di Rapat Paripurna DPR di Gedung Parlemen Senayan Jakarta pada Rabu (20/5).
Prabowo juga mengatakan program ini telah menjangkau 62,4 juta penerima setiap hari. Angka ini sekitar 75% dari total target sasaran kepada 82,9 juta penerima pada akhir tahun ini.
Prabowo menjelaskan penerima MBG saat ini mencakup 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, dan 868 ribu ibu hamil. Pemerintah juga berencana memperluas program tersebut kepada 500 ribu lansia yang hidup sendiri dan membutuhkan bantuan pangan bergizi.
“Karena apa? Itu adalah perintah Pasal 33 dan Pasal 34 undang-undang dasar, bahwa kaum miskin harus diurus oleh negara,” kata Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menyebutkan, MBG sejauh ini telah membuka 1,2 juta lapangan kerja baru melalui operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia menyebut keberadaan MBG sekaligus menciptakan kepastian pasar bagi puluhan juta petani, peternak, dan nelayan sebagai pemasok bahan pangan program tersebut.
