Pembangunan Sekolah Rakyat Molor, Menteri PU Targetkan Juni Rampung 88%

Kamila Meilina
22 Mei 2026, 18:26
Sekolah Rakyat, Kementerian PU
ANTARA FOTO/Anis Efizudin/foc.
Pekerja menyelesaikan pekerjaan konstruksi pada pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Tengah 1 di Candiyasan, Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (15/5/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengakui pembangunan Sekolah Rakyat mengalami keterlambatan dari target yang ditetapkan. Meski demikian, ia optimistis progres pembangunan Sekolah Rakyat dapat mencapai sekitar 88% pada Juni 2026 sehingga siap mendukung pelaksanaan tahun ajaran baru pada Juli mendatang.

Hingga 20 Mei 2026, rata-rata progres pembangunan Sekolah Rakyat telah mencapai 58%. Menurut Dody, perkembangan konstruksi saat ini bergerak sekitar 1%-2% per hari.

"Dengan begitu, insya Allah di Juni selesai, minimum selesai. Feeling saya mengatakan sekitar 88%," ujar Dody dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (22/5). 

Meski optimistis target dapat tercapai, Dody mengakui realisasi pembangunan berada di luar perkiraannya, progres ini dinilai termasuk kategori terlambat. 

Sebagai respons atas keterlambatan tersebut, Dody akan mengevaluasi sejumlah pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat. Ia bahkan mengisyaratkan akan memberhentikan beberapa orang, serta turun langsung mengawasi progres pembangunan di lapangan.

"Sebagai akibat ini, kemudian beberapa orang akan saya berhentikan, dan saya harus turun tangan langsung untuk memantau, tidak hanya memantau, tapi juga memberikan solusi," ujarnya.

Untuk memastikan target tercapai, Dody mewajibkan seluruh pejabat pembuat komitmen (PPK) di setiap lokasi proyek melaporkan perkembangan pembangunan setiap hari pada pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan laporan terakhir yang diterimanya, terdapat sejumlah lokasi dengan progres pembangunan terendah, yakni di Sintang, Cilacap, Mataram, Lombok Utara, dan Brebes. Sementara lokasi dengan progres tertinggi berada di Sleman, Semarang, Bengkulu, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Medan.




add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...