PSI Bakal Dampingi Lawatan Jokowi Keliling Indonesia

Andi M. Arief
29 Mei 2026, 18:08
Presiden ketujuh RI Joko Widodo (kedua kiri) bersalaman dengan warga usai melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Jami Al-Bina, Senayan, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nym.
Presiden ketujuh RI Joko Widodo (kedua kiri) bersalaman dengan warga usai melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Jami Al-Bina, Senayan, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Partai Solidaritas Indonesia atau PSI menyatakan lawatan Presiden ke-7 Joko Widodo ke beberapa daerah di dalam negeri merupakan usulan atau inisiasi partai.

Juru Bicara PSI Faldo Maldini menjelaskan rencana kunjungan Jokowi ke beberapa daerah merupakan komitmen mantan Wali Kota Solo itu saat Rapat Kerja Nasional partai di Makassar, Sulawesi Selatan. Sehingga, PSI akan terlibat dalam setiap lawatan Presiden Widodo ke daerah pada tahun ini.

"Kami yang mengundang, mempersiapkan, dan memastikan kelancaran agar beliau menyapa masyarakat bersama kader PSI," kata Faldo kepada Katadata.co.id, Jumat (29/5).

Faldo memastikan kunjungan Presiden Jokowi tidak berkaitan dengan spekulasi politik luar atau konflik masa lalu. Karena itu, Faldo menekankan agenda PSI di lapangan selama lawatan akan terukur.

Di samping itu, Faldo mencatat Jokowi telah menginstruksikan PSI untuk menebalkan struktur hingga akar rumput. Menurutnya, langkah konsolidasi tersebut akan rampung pada akhir tahun ini.

Hingga kini Jokowi tidak memiliki hubungan politik resmi dengan PSI. Presiden ke-7 ini tidak menjadi kader partai politik sejak dipecat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pada akhir 2024.

Messki begitu, Faldo menilai kehadiran Jokowi dalam undangan partainya di daerah akan menjadi suntikan energi bagi mesin partai. Sebab, Jokowi direncanakan memastikan jaringan PSI bergerak dalam satu komando dan solid.

"Dan kegiatan ini adalah murni kerja organisasi untuk konsolidasi kekuatan di daerah untuk mengawal agenda keberlanjutan nasional," ujarnya.
Sebelumnya, Peneliti Centre for Strategic and International Studies atau CSIS Indonesia D. Nicky Fahrizal menilai lawatan Jokowi sebagai fase investasi politik dalam menghadapi Pesta Demokrasi 2029. Menurutnya, hal tersebut hanya bisa dilakukan Jokowi mengingat dirinya sebagai politikus nonkonvensional.

Nicky mencatat Jokowi memiliki kombinasi yang cukup unik, yakni memiliki tujuan yang sama dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), tapi tidak memiliki ikatan politik. Selain itu, mantan Wali Kota Solo ini memiliki keterikatan emosional dengan ratusan relawan yang tergabung dalam kelompok Projo.

Terakhir, Nicky menilai Jokowi masih memiliki akses dengan figur-figur partai politik nasional, salah satunya Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Walau demikian, Nicky meramalkan seluruh sumber daya politik tersebut tidak akan mendorong Jokowi untuk membentuk partai politik baru dalam menghadapi Pilpres 2029.

"Menurut saya, ongkos membuat partai politik baru terlalu besar. Namun Jokowi akan menghimpun suara dengan cara nonkonvensional tersebut," katanya.

Adapun, Nicky memproyeksi hasil investasi dukungan tersebut akan diberikan pada putra sulung Jokowi pada Pilpres 2029, yakni Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sebab, Nicky meyakini Gibran telah mulai menghimpun suara akar rumput yang kerap luput dari sorotan media massa.

"Mas Gibran saat ini aktif berinteraksi dengan masyarakat lewat kunjungan-kunjungan ke daerah. Kunjungan Jokowi ke daerah nanti akan menjadi modal politik bagi Gibran sejak dini," ujarnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...