Prabowo Sebut Garuda hingga Pindad Nyaris Dijual ke Asing: Saya Larang

Muhamad Fajar Riyandanu
10 Juli 2026, 17:17
prabowo, bumn,
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/bar
Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat meresmikan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengatakan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) strategis, seperti PT Pindad, PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), hingga PT Garuda Indonesia sempat berada dalam posisi akan dijual kepada pihak asing.

Prabowo mengatakan hal tersebut saat meresmikan lima bendungan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok barat, pada Jumat (10/7). Prabowo bercerita, ia menolak rencana penjualan tersebut dan memilih mempertahankan sekaligus membangkitkan kembali perusahaan pelat merah.

Menurut Prabowo, saat ini, sejumlah perusahaan pelat merah yang sebelumnya berada dalam kondisi sulit mulai menunjukkan perkembangan setelah mendapat dukungan pemerintah.

“Banyak sekali perusahaan yang seolah tadinya mau dijual ke asing, saya larang. Tadinya industri pertahanan mau dijual. PT PAL mau dijual. PT Pindad mau dijual. PT DI dibunuh, mau dijual,” ujarnya.

Menteri Pertahanan 2019-2024 itu menyebut PT PAL Indonesia telah mengalami kemajuan dalam industri galangan kapal. Perusahaan itu kini dinilai mampu memproduksi kapal perang dan kapal selam.

Prabowo juga menyoroti perkembangan PT Pindad. Ia mengatakan perusahaan industri pertahanan tersebut baru memperoleh kontrak dari Arab Saudi untuk memasok senapan dan senapan mesin bagi militer negara tersebut.

“Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi akan dibangun oleh PT Pindad. Senjata kita sudah teruji,” kata Prabowo.

Selain sektor pertahanan, Prabowo juga mengungkapkan bahwa PT Garuda Indonesia juga sempat direncanakan untuk dijual. Namun, ia memilih mempertahankan maskapai nasional tersebut.

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan kinerja Garuda mulai membaik setelah bertahun-tahun mengalami kerugian. “Garuda tadinya mau dijual, saya larang. Sekarang sudah mulai bangkit, bulan depan sudah mulai untung dari sekian puluh tahun rugi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga memaparkan langkah pemerintah menata BUMN yang dinilai tidak efisien. Ia menyebut hingga pertengahan Juli pemerintahannya telah menutup sekitar 240 BUMN bermasalah.

Jumlah itu ditargetkan bertambah menjadi 250 entitas pada akhir Juli. Selanjutnya, pemerintah menargetkan menutup sekitar 800 BUMN pada akhir tahun. “31 Desember 2026 akan ditutup, jumlahnya 800 BUMN yang tidak efisien,  tidak pernah untung, merugi terus,” kata Prabowo.

Ia mengatakan kebijakan penutupan BUMN yang telah berjalan saat ini menghasilkan penghematan signifikan dari pemangkasan biaya operasional. Ini termasuk gaji direksi dan berbagai biaya lainnya mendekati Rp70 triliun.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...