Prabowo Klaim Sistem Perlindungan Sosial Indonesia Salah Satu Terkuat di Dunia

Muhamad Fajar Riyandanu
20 Juli 2026, 19:43
prabowo,
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat meresmikan panen raya tebu di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengklaim Indonesia memiliki salah satu sistem perlindungan sosial terkuat di dunia. Menurut dia, berbagai program bantuan sosial (bansos), subsidi, hingga layanan publik yang dijalankan pemerintah menjadi bagian dari upaya mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/7). Ia mengatakan sistem perlindungan sosial Indonesia saat ini merupakan hasil pembangunan yang berkelanjutan dari pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.

“Saudara-saudara, salah satu prestasi kita adalah kita sekarang memiliki sistem perlindungan sosial, menurut saya salah satu terkuat di dunia,” kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan pemerintah saat ini menjalankan berbagai program perlindungan sosial yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini meliputi bantuan tunai, subsidi kebutuhan pokok, pembiayaan pendidikan, layanan kesehatan, hingga dukungan pembiayaan perumahan.

Ia menyebut Program Keluarga Harapan (PKH) kini menjangkau sekitar 10 juta keluarga atau sekitar 40 juta penduduk. Melalui program itu, pemerintah menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp 75 ribu hingga Rp 250 ribu per bulan kepada keluarga pada kelompok ekonomi terbawah.

Selain itu, pemerintah menjalankan program Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari desil termiskin. "Anak-anak dari desil yang paling miskin. Total yang diterima Rp 4 juta per bulan," ujarnya.

Di bidang bantuan pangan, pemerintah menyalurkan Kartu Sembako kepada sekitar 18,25 juta keluarga dengan nilai bantuan Rp200 ribu per bulan. Sementara itu, Program Indonesia Pintar telah menjangkau sekitar 22,1 juta pelajar.

Untuk pendidikan tinggi, Kartu Indonesia Pintar Kuliah memberikan bantuan kepada sekitar 1,2 juta mahasiswa berupa biaya hidup sebesar Rp 800 ribu hingga Rp 1,4 juta per bulan serta pembebasan uang kuliah tunggal yang langsung dibayarkan kepada perguruan tinggi.

"Sebanyak 1,2 juta mahasiswa dibantu biaya hidup Rp 800 ribu sampai Rp 1,4 juta per bulan, bebas uang kuliah tunggal, langsung dibayar ke perguruan tinggi," kata Prabowo.

Di sektor kesehatan, pemerintah memberikan jaminan kesehatan kepada sekitar 96,8 juta masyarakat melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pemerintah juga menjalankan program pemeriksaan kesehatan gratis yang ditargetkan menjangkau sekitar 130,8 juta penduduk.

Pada sektor perumahan, pemerintah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebesar Rp20 juta per unit rumah kepada sekitar 400 ribu penerima manfaat.

Prabowo meminta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Menteri Sosial mengevaluasi skema program tersebut agar jumlah penerima manfaat dapat diperluas. "Mungkin kita tidak kasih uang tapi kasih bahan. Kasih semen, genteng, kayu atau kasih baja ringan dan sebagainya, supaya lebih banyak bisa menerima," ujarnya.

Selain BSPS, pemerintah berkomitmen memperluas akses kepemilikan rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp 727 ribu per bulan untuk lebih dari 1,8 juta rumah tangga.

Pemerintah juga mempertahankan berbagai subsidi energi, meliputi subsidi LPG bagi sekitar 66,4 juta rumah tangga, subsidi listrik bagi sekitar 87 juta rumah tangga, serta subsidi bahan bakar minyak.

Di sektor pertanian dan usaha kecil, lebih dari 14,2 juta petani menerima subsidi pupuk sebesar Rp 334 ribu per bulan. Sementara itu, sekitar 6 juta debitur memperoleh subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp500 ribu per bulan.

Pemerintah juga melanjutkan program sertifikasi gratis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Ini saya sebutkan rinci supaya kita mengerti apa yang sudah kita lakukan," kata Prabowo.

Selain berbagai program tersebut, Prabowo menempatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari sistem perlindungan sosial nasional. Program itu ditargetkan menjangkau sekitar 74,56 juta penerima manfaat yang terdiri atas pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta lanjut usia. "Masa depan kita akan ditentukan oleh kualitas manusia kita, kualitas anak-anak kita, kualitas fisik, kesehatan, dan karena itu gizi sangat penting," ujarnya.

 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...