Purbaya Belum Rencana Pangkas Anggaran Pertahanan, Alokasinya Masih Rp 187 T
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana memangkas anggaran sektor pertahanan. Menurut Purbaya, hingga saat ini ruang fiskal pemerintah masih memadai sehingga belum ada kebutuhan untuk melakukan pengurangan anggaran.
“Belum. Tapi begini, itukan anggaran pos-nya besar. Kalau memang mungkin defisit kita terganggu, ya kita pangkas. Tapi rasanya enggak, masih jauh dari sana. Jadi kita masih cukup,” kata Purbaya seusai mengikuti Sidang Kabinet di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (20/7).
Alokasi anggaran Kementerian Pertahanan, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), dalam APBN 2026 mencapai Rp187,10 triliun. Sedangkan, anggaran Polri sejumlah Rp146,05 triliun.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membuka peluang melakukan efisiensi anggaran di sektor pertahanan dan kepolisian saat menghadiri Panen Raya Bersama TNI di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).
Prabowo menyatakan pemerintah siap memangkas belanja pertahanan maupun kepolisian apabila langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat upaya pengentasan kemiskinan.
“Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan," kata Prabowo.
Prabowo kemudian meminta tanggapan jajaran TNI dan Polri yang hadir, termasuk Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengenai kemungkinan pemangkasan anggaran tersebut.
Jajaran TNI-Polri yang hadir pun terdengar menyatakan kesiapan saat Prabowo tanya apakah rela jika dikurangi anggarannya. "Rela TNI? Rela polisi? Aku tanya TNI bukan kau. Rela ya kurangi? Ikhlas? Kok ikhlas, ikhlas, ikhlas," ujar Prabowo.
