BMKG Sasar Modifikasi Cuaca di 6 Provinsi, Riau hingga Kalimantan Jadi Priori

Muhamad Fajar Riyandanu
28 Juli 2026, 21:20
BMKG
ANTARA FOTO/Aji Styawan/rwa.
Pesawat Cessna 208 Caravan PK-SNM BNPB yang melaksanakan misi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Jawa Tengah lepas landas dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/11/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan kondisi El Nino di Indonesia telah memasuki kategori kuat. Pemerintah pun memfokuskan langkah mitigasi terhadap dua dampak utama, yakni kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan, instansinya bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, dan sejumlah pihak swasta menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak kekeringan. Menurut dia, pemerintah memanfaatkan operasi tersebut untuk menambah curah hujan sehingga dapat mengisi waduk-waduk yang tersebar di berbagai daerah.

“Kita punya 240 waduk, beberapa, tidak semua, kita coba isi agar bisa difungsikan untuk PLTA, bisa difungsikan untuk irigasi, dan air bersih,” kata Teuku Faisal seusai mengikuti rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (28/7).

Selain mengatasi kekeringan, BMKG juga memprioritaskan OMC di enam provinsi yang berisiko tinggi mengalami karhutla. Keenam provinsi itu adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Operasi tersebut bertujuan meningkatkan kelembapan tanah, terutama di kawasan gambut, agar tidak mudah terbakar selama periode El Nino. BMKG juga melakukan modifikasi cuaca di Kepulauan Riau dan sejumlah wilayah di Aceh sesuai dengan perkembangan kondisi cuaca di masing-masing daerah.

Teuku Faisal menambahkan OMC telah berlangsung sepanjang 2026. Berdasarkan evaluasi BMKG, upaya tersebut mampu meningkatkan curah hujan sekitar 30% hingga 40% di wilayah-wilayah yang menjadi sasaran operasi.

“Secara berkala operasi modifikasi cuaca untuk menjenuhkan tanah di sana, tanah gambut di sana agar tidak mudah terbakar,” ujarnya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...