Perubahan iklim mengancam swasembada energi Indonesia dengan mengganggu transportasi batu bara lewat sungai, menyoroti perlunya definisi baru ketahanan energi.
Studi terbaru mengungkap jaringan kanal konsesi skala besar sebagai akar masalah Karhutla yang repetitif, bukan sekadar faktor cuaca atau kesalahan domestik.
Karhutla yang berulang adalah alarm serius kerusakan ekologis akibat tekanan aktivitas perusahaan di konsesi, diperparah oleh kemarau panjang dan fenomena El Niño.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 lebih kering dengan El Nino, memicu peningkatan drastis titik panas dan luas Karhutla yang telah menjangkau 202 ribu hektare lebih.
Analisis penyebab Karhutla di Kalimantan mengungkap kombinasi faktor El Niño dan ekspansi korporasi sawit, bukan dikotomi tunggal yang saling mengecualikan.
BMKG mengimbau masyarakat bijak dalam menggunakan air untuk mengantisipasi potensi krisis air bersih akibat meluasnya wilayah yang berada pada level awas kekeringan meteorologis.
Produksi sawit Indonesia terancam susut 3 juta ton tahun depan akibat El Nino. Kondisi ini berpotensi menekan ekspor dan mendorong kenaikan harga sawit.