Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan ketersediaan beras domestik dalam kondisi aman di tengah potensi Indonesia menghadapi fenomena El Nino berkepanjangan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa stok beras nasional aman untuk memenuhi kebutuhan selama 10–11 bulan ke depan di tengah meningkatnya ancaman krisis pangan global.
El Nino diprediksi muncul pada 2026 dan menjadi peringatan dini serius terhadap ketahanan pangan nasional Indonesia, berdasarkan pemodelan iklim terbaru.
Sebagian besar wilayah sudah mengalami curah hujan di bawah normal. Di Kedah, meliputi Alor Setar, Kubang Pasu, dan Langkawi, serta Papar di Sabah, tercatat 17 hari tanpa hujan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut stok beras nasional saat ini bahkan berada dalam kondisi paling aman sepanjang sejarah Republik Indonesia sehingga tak akan terganggu El Nino.
Berikut ini ulasan mengenai dampak Godzilla El Nino yang diprediksi akan hantam Indonesia mulai April 2026 beserta informasi lainnya yang penting diketahui.
Ketika El Nino muncul, sebagian wilayah biasanya mengalami hujan lebih sedikit dari normal. Bagi Indonesia, kondisi ini sering berarti musim kemarau yang lebih kering dan panjang.
Produksi beras pada 2025 mencapai sekitar 34,7 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut jauh di atas konsumsi nasional yang sekitar 31 juta ton.