Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali bermunculan di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra hingga Papua. Data Kementerian Kehutanan menunjukkan lebih dari 107 ribu hektare terbakar.
Kombinasi El Nino dan musim kemarau membuat potensi karhutla meningkat tajam tahun ini. Ada kekhawatiran akan mengulangi bencana serupa di 2015 saat 2,6 juta ha lahan terbakar.
Cuaca ekstrem termasuk akibat El Nino berisiko menambah pukulan bagi penduduk di negara-negara yang sedang mengalami masalah ekonomi pelik dan konflik.
Berdasarkan analisis terhadap El Nino sebelumnya, fenomena itu berpotensi menambah inflasi hingga sekitar 1,87 poin persentase, terutama akibat kekeringan yang mengerek harga pangan.