Ramai Soal Makalah MBG untuk Nobel Perdamaian, Istana: Bukan dari Pemerintah

Muhamad Fajar Riyandanu
6 Agustus 2026, 19:19
MBG
unsplash.com
Simbol nobel
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Istana Kepresidenan menyatakan belum mengetahui asal-usul dokumen akademik yang mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu penulis dalam naskah usulan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Nobel Peace Prize 2026.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, mengatakan dirinya belum pernah melihat dokumen tersebut. Ia juga menyatakan naskah itu bukan berasal dari pemerintah.

“Saya belum pernah melihat itu. Tapi kayaknya bukan dari pemerintah,” kata Hasan sesuai menghadiri Pertemuan Presiden dengan 150 Periset BRIN di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (6/8).

Hasan menyampaikan pemerintah belum dapat memastikan pihak yang menyusun maupun menerbitkan dokumen tersebut. Ia menyampaikan pihak pemerintah masih melakukan pengecekan lebih lanjut untuk mengetahui asal-usul naskah yang beredar. “Saya rasa enggak ada dari pemerintah itu ya. Entah siapa itu, kami harus cek ya,” ujarnya.  

Hasan juga enggan memberikan jawaban tegas soal apakah pencantuman nama Prabowo dalam dokumen itu dilakukan dengan sepengetahuan Presiden atau tidak. Komisaris PT Pertamina itu menyampaikan dirinya perlu memverifikasi informasi tersebut sebelum memberikan penjelasan lebih lanjut. “Saya harus cek dulu ya,” kata Hasan.

Paper berjudul Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by the National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia’s Economic Growth setebal 69 halaman mencantumkan nama Prabowo Subianto sebagai penulis pertama, disusul Dian Damayanti dan sejumlah nama lain.

Afiliasi yang dicantumkan antara lain European Alliance for Innovation, Universitas Borobudur Jakarta, Management and science university, Institut Pemerintahan Dalam Negeri, hingga Universitas Negeri Jakarta.

Isi paper tersebut secara khusus membangun argumen bahwa Program MBG dapat diposisikan bukan hanya sebagai program kesejahteraan sosial, tetapi juga sebagai model pembangunan ekonomi dan perdamaian. Program itu disebut dapat memperkuat ketahanan pangan, melibatkan usaha mikro, kecil dan menengah, petani lokal serta rantai pasok berbasis teknologi.

Paper tersebut dipublikasikan di SSRN pada 31 Maret 2026 dengan keterangan tanggal penulisan 13 Februari 2026. Dalam halaman SSRN, Dian Damayanti tercantum menggunakan gelar Prof. Dr. dan memiliki afiliasi dengan European Alliance for Innovation, serta Universitas Borobudur Jakarta. SSRN juga mencantumkan Prabowo Subianto sebagai penulis dengan afiliasi Presiden Republik Indonesia.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...