BGN Copot Kepala SPPG di Papua, Investigasi Sebab Keracunan Massal

Andi M. Arief
6 Agustus 2026, 21:08
BGN
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono bersiap mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kemenko Pangan di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono telah memecat Kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang menjadi akar keracunan massal di Kabupaten Jayapura, Papua. Selain itu, Sudaryono mengatakan telah mengirimkan tim untuk melakukan investigasi hal yang menyebabkan ratusan pelajar keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis.

Menurutnya, hal tersebut penting agar tidak mengulangi kejadian yang sama di Bumi Cendrawasih. "Ini Fatal. Kami langsung berhentikan sementara SPPG terkait dan kami copot Kepala SPPG tersebut," kata Sudaryono di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kamis (6/8).

SPPG yang telah diinvestigasi dikelola oleh Yayasan Kasih Iman Samuel Papua. Lembaga tersebut dimiliki oleh Edison Awoitauw yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Gerindra Cabang Jayapura.

Sudaryono mengatakan penghentian sementara SPPG tersebut bukan berarti program MBG tidak berjalan di sebagian Kabupaten Jayapura. Sebab, penerima manfaat yang dilayani oleh SPPG kelolaan Yayasan Kasih Iman akan ditanggung oleh SPPG sekitarnya.

Hingga Januari 2026, total SPPG yang beroperasi di Kabupaten Jayapura mencapai 13 SPPG. Seluruh dapur tersebut melayani sekitar 37.100 penerima manfaat MBG setiap harinya.

Sudaryono mencatat investigasi awal terhadap keracunan massal di Kabupaten Jayapura disebabkan oleh pelanggaran standar operasi prosedur. Secara rinci, SPPG yang kini diberhentikan sementara mulai memasak MBG pukul 19.00 WIT.

Alhasil, MBG yang disantap para penerima manfaat dalam keadaan rusak lantaran dinikmati sekitar pukul 11.00 WIT keesokan harinya. Dengan kata lain, para penerima manfaat menyantap MBG dengan umur lebih dari 12 jam.

BGN telah menetapkan waktu maksimum untuk menyantap MBG adalah 6 jam setelah proses memasak dimulai. "Jadi mereka memasak terlalu cepat. Hasilnya, MBG yang dibawa ke penerima manfaat dalam keadaan rusak," katanya.

 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...