Prabowo Ungkap Dua Mentor Politiknya: Ben Mboi dan Cak Noer
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dua tokoh yang menjadi mentornya dalam memimpin pemerintahan, yakni mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 1978-1988 Aloysius Benedictus Mboi (Ben Mboi), dan mantan Gubernur Jawa Timur 1967-1976 Mohammad Noer alias Cak Noer.
Sebelum menjadi Gubernur NTT, Ben Mboi merupakan seorang dokter lulusan Universitas Indonesia yang kemudian masuk militer. Ia terlibat dalam operasi di Papua Selatan di bawah komando L.B Moerdani. Sementara Cak Noer merupakan seorang birokrat yang meniti karier sejak masa Kolonial Belanda hingga akhirnya menjadi Gubernur Jawa Timur. Cak Noer juga dikenal sebagai penggagas Jembatan Suramadu.
Menurut Prabowo, kedua tokoh tersebut memberikan prinsip-prinsip kepemimpinan yang hingga kini menjadi pegangannya dalam mengambil kebijakan.
Prabowo mengatakan Ben Mboi mengajarkan prinsip seorang pemimpin harus mencintai rakyat dan selalu menggunakan akal sehat dalam menjalankan pemerintahan. Ia menilai kedua prinsip tersebut menjadi dasar dalam merumuskan berbagai kebijakan negara.
“Ben Mboi saya anggap salah satu guru saya. Saya ingat dua hal yang beliau sampaikan, cintai rakyatmu dan gunakan akal sehat,” kata Prabowo saat memberikan sambutan Peluncuran dan Bedah Buku ‘10 Karya Nyata Untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia’ di Djakarta Theater pada Jumat (7/8).
Menurut Prabowo, pendekatan yang berlandaskan kepentingan rakyat dan akal sehat melahirkan berbagai kebijakan strategis, seperti hilirisasi industri dan upaya mewujudkan swasembada pangan.
Ketua Umum Partai Gerindra itu meyakini kebijakan yang disusun dengan mengutamakan kesejahteraan masyarakat akan menghasilkan dampak nyata. Prabowo juga menilai swasembada pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi sebuah negara untuk menjaga keamanan dan ketahanan nasional.
“Hilirisasi dan swasembadapangan itu akal sehat. Manakala keputusan yang kita ambil didasari oleh cinta kepada rakyat dan akal sehat, kita tidak akan meleset. Hasilnya akan cepat kelihatan,” ujarnya.
Selain Ben Mboi, Prabowo menyebut Cak Noer sebagai mentor yang membentuk pandangannya mengenai kepemimpinan. Ia mengungkapkan Muhammad Noer pernah menyampaikan bahwa tugas utama seorang pemimpin adalah bekerja agar masyarakat kecil dapat hidup lebih baik.
Prabowo menjelaskan pesan tersebut dimaknainya sebagai kewajiban pemerintah untuk menghadirkan harapan bagi kelompok masyarakat yang paling lemah dan kurang beruntung. Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin tercermin dari kemampuan meningkatkan kesejahteraan rakyat sehingga mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih optimistis.
“Berapa bulan sebelum meninggal beliau cerita sama saya; 'Prabowo, tugas pemimpin itu sebetulnya sederhana, pemimpin bekerja agar orang yang paling lemah, orang yang kecil, orang yang paling miskin bisa senyum, bisa ketawa,” kata Prabowo.
Kinerja Danantara
Pada kesempatan tersebut, Prabowo turut menyampaikan pendapatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danatara) meningkat sekitar 400% dalam satu tahun sejak lembaga tersebut mulai beroperasi. “Saya dapat laporan bahwa revenue penghasilan dari Danantara sudah naik 400%,” ujarnya.
Ia mengatakan laporan tersebut masih akan diaudit dan diverifikasi untuk memastikan besaran kenaikan yang sebenarnya. Meski demikian, Prabowo menilai peningkatan pendapatan Danantara tetap tergolong signifikan sekalipun hasil audit nantinya menunjukkan kenaikan di bawah 400%. Menurutnya, kenaikan sebesar 300% maupun 200% dalam kurun waktu satu tahun tetap mencerminkan perbaikan kinerja yang berarti.
Selain menyoroti kinerja Danantara, Prabowo juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan infrastruktur yang telah dijalankan pemerintah. Ia menyebut pemerintah telah membangun hampir 2.500 jembatan di berbagai desa di Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan mempermudah aktivitas masyarakat.
Prabowo mengatakan pemerintah memanfaatkan perkembangan teknologi untuk merespons berbagai keluhan masyarakat terkait kebutuhan infrastruktur. Pemerintah, kata dia, segera menindaklanjuti laporan yang diterima sehingga pembangunan dapat dilakukan lebih cepat. “Saudara-saudara sekalian, prestasi-prestasi kita riil. Sekian ribu jembatan yang kita bangun, jembatan yang dirasakan oleh rakyat,” kata Prabowo.
