Ketua DPD Ingatkan Pemerintah Masih Ada Daerah Belum Tersentuh MBG
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Baktiar Najamudin mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum memiliki dampak positif ke daerah. Namun Sultan menyebut program ini telah berada di jalur yang benar.
Sultan menilai belum dirasakannya dampak MBG disebabkan oleh cakupan Indonesia yang luas. Namun Sultan menekankan dirinya tidak menyindir Presiden Prabowo Subianto sebelum menyampaikan Pidato Kenegaraan HUT ke-81 RI hari ini.
"Saya harus menyampaikan masih ada daerah di luar sana yang memang secara nyata belum tersentuh MBG, terutama daerah-daerah terluar," kata Sultan di kantornya, Jakarta, Jumat (14/8).
Walau demikian, Sultan berharap agar Presiden Prabowo Subianto terus melakukan program-programnya. Sebab, menurutnya, kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat akan selalu dapat tempat terhormat dalam sejarah bangsa.
Dia juga meminta kebijakan transfer ke daerah harus tetap mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan daerah dalam menyediakan layanan dasar. Beberapa layanan yang dimaksud adalah fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.
"Cinta kepada Indonesia bekerja dalam bentuk yang sederhana: guru tetap mengajar meski ruang kelas terbatas," katanya.
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Muzani, menilai Program MBG bukan sekadar program pembagian makanan. MBG juga disebut sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia (SDM).
Muzani mengatakan pembangunan nasional selama ini telah mendorong berbagai kemajuan, mulai dari pembangunan infrastruktur, perluasan akses pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, pengembangan industri, penguatan sektor pertanian, hingga perluasan perlindungan sosial.
Ia menyoroti masih ada siswa yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian keluarga masih menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
"Dalam kerangka itulah, kita memandang MBG sebagai terobosan dalam mewujudkan generasi emas tahun 2045,” kata Muzani saat menyampaikan Pidato Pengantar Sidang MPR 2026 yang berlangsung di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8).
