Datangi Posko Karhutla Pontianak, Prabowo Terima Laporan Soal Ribuan Titik Panas
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat dengan tim penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8) siang. Dalam rapat tersebut, BNPB melaporkan masih adanya ribuan titik panas alias hotspot yang terdeteksi satelit.
“Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata. Sekarang siapa yang bisa memberi saya presentasi tentang situasi?” kata Prabowo dalam siaran langsung pada kanal youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (22/8). Prabowo didampingi sederet pejabat pusat dan daerah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, berdasarkan pantauan satelit 24 jam, terdeteksi 198 titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Barat. Ini menunjukkan area dengan titik api dan asap.
Selain itu, terdapat 3.100 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah berupa kepulan asap dan 406 hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah.
“Hotspot ini didominasi di Kabupaten ketapang, kemudian Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayong Utara," kata Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn.) Asrianus Bulo. Hotspot juga terekam di wilayah timur, seperti Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang ,dan Sambas.
Menurut dia, terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan di wilayah Kalimantan, khususnya di Kalimantan Barat pada tanggal 21-27 Agustus. Potensi tersebut khususnya akan terjadi di wilayah Timur Kalimantan Barat.
BNPB mengatakan mereka telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca, pada 11-18 Agustus lalu. Setelah itu, kegiatan modifikasi cuaca dihentikan sementara karena tidak ada potensi awan.
Karhutla Kalbar Tembus 38 Ribu Hektare, Terluas di Ketapang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat mencatat luas karhutla di provinsi itu mencapai 38.310 hektare sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Koordinator Harian Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar Daniel mengatakan, beberapa kabupaten mengalami kebakaran parah dan berkontribusi signifikan terhadap bencana kabut asap. "Karena daerah-daerah tersebut umumnya lahan gambut," kata Daniel dikutip dari Antara.
Kabupaten yang dimaksud antara lain Ketapang dengan lahan terbakar seluas 12.443 hektare, Kubu Raya 8.614 hektare, Mempawah 6.144 hektare, dan Sambas 2.318 hektare.
Daniel menyebut Pemerintah Provinsi Kalbar telah melakukan berbagai langkah penanganan sejak awal tahun untuk mengantisipasi dampak karhutla. Salah satunya dengan menetapkan status siaga darurat bencana asap di tingkat provinsi.
Penetapan ini merujuk pada status siaga yang telah ditetapkan di sejumlah kabupaten kota. “Setidak-tidaknya di Kalimantan Barat ini ada sembilan kabupaten yang sudah menetapkan status siaga,” kata dia.
