3 Mobil Toilet dan 50 Gerobak UMKM Disiapkan dalam Demo 1.000 Warga Pati di DPR
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu atau AMPB akan memulai unjuk rasa di depan Gedung DPR pada Kamis (27/9) pukul 10.00 WIB. Unjuk rasa tersebut akan dihadiri setidaknya 1.000 orang dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Bersamaan dengan itu, Humanity Care berencana menurunkan hingga tiga mobil toilet dalam demonstrasi di depan Gedung DPR. Logistik tersebut merupakan hasil donasi yang dihimpun oleh Humanity Care dari warganet.
Founder Humanity Care Hernandes Chandra mengatakan pemberian logistik tersebut telah berkoordinasi dengan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu atau AMPB. Menurutnya, timnya akan menyediakan logistik lainnya secara gratis, seperti makanan-minuman, ambulans, dan tim medis.
"Dalam penggalangan dana untuk demonstrasi yang diinisiasi warga dari Pati ini, antusiasnya lumayan besar. Saat ini sudah terkumpul kurang lebih Rp 70 juta untuk bantuan logistik besok," kata Chandra di depan Gedung DPR, Rabu (26/8).
Chandra mengatakan, logistik makan-minum gratis akan disediakan dalam bentuk 50 gerobak UMKM. Menurutnya, seluruh barang jualan dalam gerobak tersebut dapat dinikmati oleh demonstran secara cuma-cuma.
Chandra mengatakan seluruh bantuan logistik tersebut telah mempertimbangkan kebutuhan peserta unjuk rasa selama demonstrasi. Sebab, tujuan utama donasi tersebut adalah menyediakan kebutuhan warga saat unjuk rasa.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar tujuan demonstrasi yang diinisiasi AMPB tercapai. "Kami berharap donasi ini dapat membuat bangsa kita selamat dan membuat kita dipimpin pemimpin yang berpihak kepada rakyat," katanya.
Koordinator AMPB Supriyono alias Botok menekankan dirinya tidak bisa memastikan berapa peserta demonstrasi besok. Namun dia menjanjikan unjuk rasa tersebut akan dihadiri tidak hanya dari Pati.
"Kami tidak bisa memprediksi berapa ribu orang yang akan melakukan unjuk rasa besok, sebab ini gerakan organik untuk hadir di depan DPR tanpa ada bayaran, iming-iming, dan kepentingan lain," kata Botok di depan Gedung DPR, Rabu (26/8).
Botok mengatakan akan ada 10 bus dari Pulau Kalimantan yang turut melakukan demonstrasi besok. Dia memperkirakan jumlah peserta unjuk rasa dari Borneo akan mencapai ratusan orang.
Dia mengatakan, sebanyak 1.000 demonstran asal Pati akan berangkat ke Ibu Kota menggunakan 15 bus. Menurutnya, lima bus saat ini dalam perjalanan dan 10 bus lainnya akan berangkat dari Pati dalam waktu dekat.
"Jumlah peserta sejauh ini 1.000 orang dari Pati, belum ditambah peserta dari sekitar Jabodetabek," katanya.
Isi Tuntutan Warga Pati
Humas AMPB Didik Eko Sulistiwan mengatakan demonstrasi yang dihadiri oleh sekitar 1.000 orang tersebut memiliki dua aspirasi, yakni pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Perampasan Aset dan implementasi hukuman mati bagi terpidana koruptor.
Menurutnya, kedua aspirasi tersebut berakar pada kesenjangan sosial di masyarakat. Sementara itu, pangkal utama kesenjangan sosial dinilai akibat dari tindak pidana korupsi.
"Jadi, kami meminta hukuman berat pada koruptor. Dengan adanya pengesahan RUU Perampasan Aset, uang-uang hasil korupsi kembali utuh ke masyarakat tanpa dipotong-potong koruptor lainnya," ujar Didik kepada Katadata, Rabu (26/8).
Didik menilai hukuman mati menjadi konsekuensi organik setelah seluruh harta koruptor disita. Menurutnya, hal tersebut lebih baik dibandingkan memaksa negara mengeluarkan anggaran untuk menjaga koruptor hidup di dalam penjara.
Didik menegaskan pihaknya tidak akan menolak ajakan audiensi oleh legislator pada demonstrasi besok. Adapun negosiasi yang dapat ditawarkan pihaknya adalah bukti tertulis bahwa Senayan serius membahas RUU Perampasan Aset.
"Kami minta pernyataan resmi Bapak Habiburokhman terkait pengesahan RUU Perampasan Aset paling lambat disahkan Desember. Jadi, kami minta resmi janji itu dituangkan dalam bukti tertulis," katanya.
