Asap Kebakaran Hutan RI Menyebar ke 4 Negara Tetangga, Brunei hingga Filipina
Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia memicu penyebaran asap lintas batas ke sedikitnya empat negara Asia Tenggara. Asap dari kebakaran di Sumatra dan Kalimantan bergerak mengikuti arah angin dan memengaruhi kualitas udara di Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, serta berpotensi mencapai Singapura.
Kantor Berita Nasional Malaysia, Bernama, pada Selasa (1/9) melaporkan, asap dari karhutla di Sumatra dan Kalimantan bergerak menuju Selat Malaka dan Laut Natuna. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kabut asap lintas batas yang dapat memengaruhi Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Bernama juga melaporkan bahwa asap dari titik panas di Kalimantan Barat bergerak ke arah utara dan memasuki wilayah Sarawak. Kondisi tersebut membuat sejumlah kawasan di Malaysia Timur itu mengalami penurunan kualitas udara hingga kategori tidak sehat.
Kabut asap dari kawasan ASEAN bagian selatan juga telah mencapai Filipina. Pusat Meteorologi Khusus ASEAN atau ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) mendeteksi kepulan asap lintas batas dengan intensitas sedang di sejumlah wilayah Palawan dan Panay.
ASMC dalam laporan hariannya menyebut kepulan asap lintas batas dengan intensitas sedang hingga tebal menyelimuti Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sabah, Sarawak, Brunei Darussalam, serta Filipina.
"Di tengah kondisi kering yang berkepanjangan, situasi titik panas dan kabut asap diperkirakan akan tetap tinggi di wilayah-wilayah yang rawan kebakaran, disertai risiko berkelanjutan terjadinya kabut asap lintas batas yang parah," tulis ASMC.
Malaysia
Kondisi kabut asap sebelumnya telah mendorong Pemerintah Negara Bagian Sarawak menghentikan sementara kegiatan pembelajaran di sekolah di sejumlah wilayah. Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak (JPNS) menutup seluruh sekolah di bawah kewenangannya di Kuching, Padawan, Serian, dan Samarahan selama dua hari. Penutupan tersebut berlaku pada 20 dan 21 Agustus sebagai langkah pencegahan akibat kualitas udara yang terdampak kabut asap.
Selama penutupan sekolah, Pemerintah Sarawak kembali menerapkan pembelajaran dan pengajaran di rumah (PPdR) untuk memastikan proses pembelajaran siswa tetap berjalan. JPNS juga menyatakan akan menyampaikan perkembangan terkait masa penutupan dan pembukaan kembali sekolah melalui saluran resmi pemerintah.
Filipina
Selain Malaysia, kabut asap juga telah menyelimuti langit Manila pada Selasa (1/9), seperti terlihat dari Antipolo City, Rizal. Kementerian Kesehatan Filipina mengimbau masyarakat menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan setelah kabut asap dari kebakaran hutan di Kalimantan mencapai sejumlah wilayah Luzon dan Visayas. Angin lintas khatulistiwa membawa kabut asap tersebut menuju Filipina.
Philippine News Agency melaporkan Kementerian Kesehatan Filipina kini mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker N95 dan membatasi aktivitas di luar ruangan. Dalam imbauannya, kementerian memperingatkan bahwa kabut asap mengandung udara kotor yang bercampur dengan asap halus, debu, dan abu. Kondisi tersebut dapat memicu gangguan pernapasan akut dan iritasi mata.
“Kabut asap dapat menyebabkan kesulitan bernapas, batuk, nyeri dada, iritasi mata atau mata berair, serta memperburuk penyakit paru-paru seperti asma. Kewaspadaan ekstra diperlukan bagi anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki penyakit paru-paru atau jantung sebelumnya,” ungkap Kementerian Kesehatan Filipina pada Selasa (1/9).
Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Filipina, Juan Miguel Cuna, mengatakan bahwa sejumlah wilayah mencatat peningkatan kadar polusi udara, terutama partikel halus atau PM2.5.
“Ada sejumlah wilayah yang mengalami peningkatan kadar polusi udara, terutama PM2.5, akibat kejadian di negara lain saat ini yang terbawa hingga ke sini. Karena itu, kami memantau kondisi tersebut,” kata Cuna pada Selasa (1/9).
Imbauan itu menyebut sejumlah wilayah di Ibu Kota Manila, Luzon Tengah, Calabarzon, dan Mimaropa telah dipantau terkait kabut asap sejak awal pekan ini.
Kabut asap tersebut kemungkinan berkaitan dengan asap dan kabut asap lintas batas dari kebakaran yang masih berlangsung di Kalimantan, Indonesia. Angin yang bertiup saat ini diduga membawa asap tersebut menuju Filipina. Sejumlah wilayah di Manila tercatat memiliki kadar PM2.5 yang tinggi per 1 September. Kualitas udara di wilayah tersebut berada pada kategori "sangat tidak sehat" hingga "sangat tidak sehat akut".
Brunei Darussalam
Brunei Darussalam mengalami kondisi berkabut asap sejak 18 Agustus 2026. Jarak pandang yang tercatat di Stasiun Pengamatan Meteorologi Bandara Internasional Brunei pada 31 Agustus menurun menjadi 2 kilometer (km) akibat kondisi kabut asap yang memburuk.
Peta Kabut Asap Regional yang diterbitkan Pusat Meteorologi Khusus ASEAN atau ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) pada 31 Agustus pukul 17.02 waktu setempat, menunjukkan titik panas masih terdeteksi, terutama di wilayah selatan Pulau Kalimantan. Angin barat daya bertiup menuju bagian utara pulau tersebut dan melintasi wilayah Brunei.
Borneo Bulletin menuliskan, Kementerian Kesehatan Brunei mengeluarkan imbauan kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan untuk menjaga Kesehatan.
Imbauan tersebut dikeluarkan setelah Kementerian Pembangunan, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Dalam Negeri Brunei menerbitkan pernyataan bersama mengenai kondisi kabut asap di Brunei Darussalam pada Selasa (1/9).
Menurut Kementerian Kesehatan Brunei, paparan kabut asap dapat menimbulkan gangguan kesehatan ringan seperti batuk, iritasi mata, dan hidung berair. Kabut asap juga dapat memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada, terutama asma, penyakit paru-paru, dan penyakit jantung.
Masyarakat diimbau menjaga kebersihan diri dengan baik serta mencuci wajah dan tangan setelah melakukan aktivitas di luar ruangan, hingga mengenakan masker. Sementara itu, masyarakat yang memiliki penyakit kronis diimbau mengonsumsi obat secara teratur sesuai anjuran dokter.
Singapura
Kabut asap berpotensi kembali memengaruhi Singapura setelah Badan Lingkungan Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA) mendeteksi peningkatan aktivitas titik panas pada akhir pekan lalu.
“Kami mengamati peningkatan aktivitas titik panas dan kabut asap pada akhir pekan. Titik panas dan kepulan asap tebal terutama terdeteksi di Kalimantan dan Sumatera bagian selatan,” kata NEA dalam unggahan di Facebook, Senin (24/8).
NEA menambahkan, kepulan asap juga terpantau di Riau. Kondisi kering itu disebut terus berlangsung sepanjang pekan tersebut.
“Dengan angin yang bertiup dari arah selatan atau tenggara, kabut asap berpotensi memengaruhi Singapura secara berkala,” kata NEA, sebagaimana diberitakan oleh Channel News Asia pada Senin (24/8).
