Pakar BRIN Jelaskan Alasan Asap Karhutla dari Indonesia Lari ke Negara Tetangga

Ajeng Dwita Ayuningtyas
3 September 2026, 07:42
Karhutla
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.
Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Gubernur Syarkawi yang tertutup kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Larinya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Indonesia ke negara tetangga bukan perkara kebetulan. Kondisi ini dipengaruhi oleh angin monsun yang bertiup di permukaan wilayah Indonesia. 

Profesor Riset di Pusat Penelitian Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin menjelaskan, angin monsun bertiup dari tenggara ketika musim kemarau. Sementara pada musim hujan, angin monsun bertiup dari utara atau barat laut. Ini merupakan pola klimatologis atau pola rata-rata selama 30 tahun. 

“Artinya, bahwa Indonesia berpotensi besar mentransfer asap ke negara-negara tetangga di bagian utara setiap musim kemarau itu sudah bisa dipastikan, ada atau tidak ada El Nino,” kata Erma, dikutip dari unggahan resmi Instagram pribadinya, Kamis (3/9).

Merujuk pada peta yang dipaparkan Erma, arah angin di permukaan wilayah Indonesia saat ini, terlihat seragam berasal dari arah tenggara. Arah lintasan angin monsun bergerak menuju ke utara, yang artinya menghampiri Malaysia hingga ke Filipina. 

Sebab itu, ketika musim kemarau, asap dari Indonesia sudah pasti mengarah ke utara. Ini pengaruh arah angin monsun dan bukan sebuah kebetulan. Sekalipun terdapat gangguan cuaca skala besar yang menyebabkan kondisi anomali angin, biasanya terjadi secara singkat dalam orde jam atau harian. 

“Tolong hindari kata kebetulan yang seolah acak dan tidak punya basis data atau basis ilmiah,” ujar dia.

Lain hal ketika karhutla terjadi di musim hujan. Asap karhutla dari wilayah utara, dari Malaysia misalnya, bisa menyeberang ke wilayah Indonesia. 

Soal Angin Tidak Punya KTP

Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam sebuah konferensi pers menjelaskan, karhutla juga terjadi di negara tetangga, misalnya di Sarawak, Malaysia. Namun, arah angin menyebabkan asap karhutla dari Indonesia yang mampir ke negara tetangga.

“Cuma arah angin ini, kok kebetulan sekali arah ini memang naik ke atas (utara). Seandainya arah anginnya dari sini (utara), ini menurut teman-teman lingkungan hidup juga, kebakaran yang terjadi di sini (Malaysia) juga akan masuk ke Indonesia,” ujar Raja Juli.

“Karena memang asap enggak ada KTP-nya gitu,” ujarnya menambahkan. 

Raja Juli kemudian menyinggung pesan Presiden Prabowo Subianto, yang meminta penanganan karhutla ini diutamakan untuk keselamatan masyarakat Indonesia. 

“Kami akan berjuang semaksimal mungkin tidak memberikan dampak negatif kepada tetangga kita. Tapi pesan Presiden, apa yang kami lakukan sehari-hari, untuk melindungi masyarakat Indonesia,” ucapnya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...