Ini Jawaban Gubernur Malut Sherly Tjoanda Saat Ditanya Pilih KDM atau Ahok
Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda belakangan ramai diperbincangkan sebagai salah satu sosok yang dinilai layak masuk bursa calon pemimpin nasional pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Di tengah pembicaraan tersebut, Sherly mendapat pertanyaan cukup spesifik dari Andi F. Noya saat menjadi pembicara di sesi diskusi IDEAFEST 2026 di Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Andi meminta Sherly menentukan pilihan antara dua nama yang belakangan juga kerap dikaitkan dengan politik nasional, yakni Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
"Saya mau titip pertanyaan dan itu harus disampaikan lebih awal. Anda memilih KDM atau Ahok?” kata Andi dalam forum tersebut acara IDEAFEST 2026 di JICC, Jakarta, Jumat (4/9).
Sherly sempat memberikan jawaban yang bernada bercanda ketika disodori pilihan tersebut.
"Pilihnya Bang Andi saja," ujar Sherly.
Andi kemudian menyatakan bahwa pertanyaannya berkaitan dengan kemungkinan pasangan politik Sherly ke depan. Namun, Sherly tidak memilih salah satu dari dua nama tersebut.
"Tidak memilih. Karena saya di Maluku Utara saja," kata Sherly.
Meski demikian, dari pernyataannya, Sherly justru menegaskan dirinya masih ingin berfokus pada Maluku Utara. Ia juga mengungkapkan bahwa menjadi gubernur membuat tanggung jawab yang diembannya jauh lebih besar dibandingkan kehidupannya sebelum masuk pemerintahan.
"Ya, kehidupan dulu (sebelum menjadi gubernur) lebih ringan ya. Lebih santai, lebih ringan, enggak usah mikir ada yang mikirin. Sekarang kan semuanya harus saya pikirin sendiri, jalani, lebih besar tanggung jawabnya dan lain-lain," ujar Sherly.
Ketika ditanya apakah dirinya menyesali perubahan kehidupan tersebut, Sherly mengatakan tidak. Menurut dia, apa yang sudah terjadi dalam hidupnya harus dijalani dan diberi makna.
"Menyesal sih enggak ada opsi ya. Kalau saya menyesal kemudian bisa kembali seperti dulu, ya saya menyesal. Walaupun saya menyesal tidak bisa kembali seperti dulu, and since I cannot choose what I lost, but I can give meaning by how I live," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Sherly juga mendapatkan pertanyaan dari penonton yang hadir dalam forum tersebut. Pertanyaan ini mengenai kemungkinan dirinya suatu saat mendapat kesempatan untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi Indonesia dalam posisi yang lebih tinggi.
Sherly tidak secara langsung menjawab mengenai kemungkinan tersebut. Ia justru berbicara mengenai pengalaman memimpin Maluku Utara dan kompleksitas persoalan pemerintahan yang dihadapinya.
"Menjadi gubernur saja aku merasa bahwa ternyata permasalahan di sebuah daerah itu sangat banyak dan sangat kompleks, apalagi sebuah negara," kata Sherly.
Tak Sekadar Mengkritik, Masyarakat Diminta Berikan Kontribusi
Menurut Sherly, persoalan Indonesia tidak bisa diselesaikan hanya dengan menyelesaikan satu masalah. Ia menilai diperlukan perubahan cara berpikir masyarakat, dari sekadar mempertanyakan atau mengkritik pemerintah menjadi ikut memikirkan kontribusi yang dapat diberikan untuk Indonesia.
"Mungkin menurut saya jika saya bisa mengubah satu hal, saya ingin mengubah kerangka berpikir setiap dari individu masyarakat Indonesia dengan mulai bertanya apa yang bisa saya lakukan untuk Indonesia lebih baik," ujarnya.
Sherly mengatakan perubahan tersebut dapat dimulai dari tingkat individu, keluarga hingga lingkungan yang lebih luas. Sherly menilai setiap orang perlu memanfaatkan talenta yang dimiliki agar dapat bekerja, menghidupi keluarga, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Ia menilai kompleksitas persoalan Indonesia juga membuat pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan niat baik, perencanaan, maupun pengelolaan anggaran yang baik.
"Kita di level provinsi saja ternyata niat baik saja tidak cukup, ternyata mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan baik saja tidak cukup, ternyata perencanaan yang baik saja tidak cukup," ujar Sherly.
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan kebijakan dapat dieksekusi di lapangan secara berkelanjutan. Selain itu juga mendorong masyarakat untuk memiliki tanggung jawab terhadap dirinya dan lingkungan.
