7 Bandara Masih Ditutup Besok, Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Tersebar
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menyebutkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih diperkirakan berlangsung hingga Selasa, 8 September. Dudy menyampaikan hal itu saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat penanganan bencana yang berlangsung lewat sambungan konferensi video pada Senin (7/9).
Dudy menjelaskan, berdasarkan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC), sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih diperkirakan terjadi hingga pukul 23.10 UTC atau Selasa (8/9) pukul 06.10 WIB. Adapun abu vulkanik pada Senin (7/9), teramati berada di ketinggian sekitar 15 ribu kaki atau sekitar 4,6 kilometer (km) dan bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 10 knot.
“Forecast sebaran abu vulkanik masih diperkirakan terjadi sampai dengan pukul 23.10 UTC, atau 06.10 WIB pada tanggal 8 september,” kata Dudy, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan kondisi itu membuat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih menutup sementara tujuh bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Ketujuh bandara tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Raden Inten II, Budiarto, Husein Sastranegara, Taufik Kiemas, dan Pondok Cabe.
Pengumuman Penutupan 7 Bandara hingga Senin Tengah Malam
Secara resmi, pengumuman penutupan operasional tujuh bandara diperpanjang hingga 7 September 2026 pukul 23.59 WIB.
Berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) A3387/26 (NOTAMR A3373/26), Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih berstatus closed. Penutupan berlaku mulai pukul 17.33 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 23.59 WIB, 7 September 2026.
NOTAM A3387/26 tersebut merupakan pembaruan atas NOTAM A3373/26 yang sebelumnya menetapkan periode penutupan hingga estimasi pukul 18.00 WIB.
“Penyesuaian periode penutupan tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” tulis AirNav Indonesia dalam keterangannya, Senin (7/9).
AirNav Indonesia terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan.
AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.
Sebelumnya, pemerintah menutup sementara delapan bandara akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, pemerintah telah kembali membuka Bandara Atung Bungsu Pagaralam setelah hasil evaluasi menunjukkan bandara tersebut tidak lagi terdampak abu vulkanik.
Sejauh ini pihak Kemenhub masih memantau kondisi abu vulkanik di sekitar bandara. Pihak kementerian juga melakukan pengujian paper test untuk mengetahui keberadaan abu vulkanik di permukaan bandara.
Di Bandara Soekarno-Hatta, Kemenhub telah melakukan empat kali pengujian paper test. Seluruh pengujian menunjukkan hasil negatif atau tidak menemukan abu vulkanik di permukaan bandara.
Kendati demikian, Dudy memutuskan belum membuka kembali Bandara Soekarno-Hatta. Karena masih mempertimbangkan perubahan arah angin yang pernah terjadi sebelumnya.
“Kami ingin memastikan betul, mengingat bahwa sebagaimana kemarin terjadi perubahan dari angin. Kami ingin memastikan sebelum kami membuka bandara Soekarno-Hatta atau bandara yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau lainnya,” ujar Dudy.
Guna mengantisipasi gangguan penerbangan akibat penutupan tujuh bandara tersebut, Kemenhub menyiapkan sejumlah bandara alternatif seperti Bandara Kertajati, Juanda, Ahmad Yani, Adi Sumarmo, dan Bandar Udara Internasional Yogyakarta.
Dudy mengatakan Bandara Kertajati telah melayani sejumlah penerbangan internasional, termasuk penerbangan Garuda Indonesia dari Jeddah, Madinah, dan Amsterdam. Lion Air juga dijadwalkan melayani penerbangan dari Kertajati menuju Jeddah.
Di Bandara Juanda, Singapore Airlines akan menggunakan pesawat Airbus A350 untuk menggantikan Boeing 737-800 pada sejumlah penerbangan. Penyesuaian itu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas angkut penumpang yang terdampak pengalihan penerbangan.
Pemerintah juga menambah empat penerbangan domestik dari Denpasar, Batam, Makassar, dan Pekanbaru. Sementara itu, Bandara Ahmad Yani akan melayani penerbangan tambahan dari grup Lion Air yang menghubungkan Makassar, Denpasar, Labuan Bajo, dan Lombok.
Lebih jauh, pemerintah juga mengalihkan sejumlah penerbangan internasional melalui Bandar Udara Internasional Yogyakarta. Saudi Airlines akan menerbangkan pesawatnya melalui Yogyakarta, sedangkan Singapore Airlines menyiapkan pesawat Airbus A350 untuk meningkatkan kapasitas penumpang.
“Kami juga menyiapkan sepuluh bandara yang beroperasi 24 jam untuk bisa menampung pengalihan dan mempercepat pemulihan jadwal penerbangan,” kata Dudy.
Kemenhub juga memberikan hak penumpang sesuai ketentuan yang berlaku. Penumpang penerbangan mendapatkan pengembalian dana penuh 100%. Selain itu, pemerintah memberikan relaksasi izin keimigrasian bagi warga negara asing yang masa izinnya melewati batas akibat pembatalan penerbangan sebagai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
