Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Disebut Capai 20 Ribu Km Persegi

Ahmad Islamy
13 September 2026, 14:58
Jurnalis
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz
Perahu karet RIB 2 Banten milik Basarnas dan dua perahu relawan bertolak pada hari keenam operasi pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (13/9/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Tim SAR Gabungan memperluas operasi pencarian kapal cepat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Kapal tersebut membawa delapan orang, termasuk lima jurnalis.

Area pencarian kini dibagi menjadi enam sektor dengan total luas mencapai 6.010 nautical mile (NM) persegi, atau sekitar 20.614 km persegi.

Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas, Rangga Aribowo mengatakan, enam sektor tersebut terdiri atas lima sektor pencarian melalui jalur laut, yakni Sektor V, W, X, Y, dan Z, serta satu sektor udara.

"Untuk luas area pencarian 6.010 nautical mile persegi, pencariannya cukup luas, dan dibagi menjadi enam sektor terdiri dari lima sektor laut dan satu udara," katanya di Pandeglang, Banten, Minggu (13/9).

Rangga menjelaskan, Sektor V memiliki luas 840 NM persegi atau sekitar 2.881 km persegi. Pencarian di sektor tersebut melibatkan dua kapal TNI AL, yakni KRI Kerambit dan KRI Teluk Gilimanuk.

Selanjutnya, Sektor W memiliki luas 1.120 NM persegi atau sekitar 3.841 km persegi. Satu kapal TNI AL, KAL Anyer, dikerahkan untuk melakukan penyisiran di wilayah tersebut.

Adapun Sektor X menjadi wilayah dengan pengerahan unsur terbanyak. Sebanyak delapan kapal dikerahkan untuk menyisir area seluas 681 NM persegi atau sekitar 2.336 km persegi. Delapan kapal tersebut terdiri atas KN SAR Tetuka, RBB Peucang, RIB 02 Basarnas Banten, RIB 02 Basarnas Lampung, kapal polisi 2016, kapal polisi 2013, KM Garuda, dan KM Bima.

Sementara itu, Sektor Y memiliki luas 497 NM persegi atau sekitar 1.705 km persegi. Pencarian di sektor itu melibatkan KP Sanjaya dan KRI Lepu.

Kemudian, Sektor Z mencakup area seluas 809 NM persegi atau sekitar 2.775 km persegi. Dua kapal Basarnas dikerahkan, yakni KN SAR Basudewa milik Basarnas Lampung dan KN SAR Antasena milik Basarnas Jakarta.

Berdasarkan hasil perhitungan Katadata, bila angka per sektor di atas ditotalkan, luas Sektor V, W, X, Y, dan Z mencapai 3.947 NM persegi, bukan 6.010 NM persegi. Jadi, ada selisih 2.063 NM persegi (sekitar 7.073 km persegi).

Adapun untuk pencarian melalui udara, satu helikopter disiagakan di ATS guna memantau perkembangan kondisi di perairan Selat Sunda. Namun, Rangga mengatakan sektor udara belum melakukan penyisiran secara langsung karena pencarian visual sebelumnya terkendala jarak pandang yang rendah.

"Untuk sektor udara stand by memonitor perkembangan situasi di perairan Selat Sunda. Jika nanti memungkinkan dan layak terbang, maka sektor udara akan kami laksanakan," ujarnya.

Secara keseluruhan, operasi pencarian Arupadhatu 1 melibatkan 15 kapal dan satu helikopter sebagai alat utama. Jumlah personel yang dikerahkan juga terus ditambah.

Hingga pembaruan terakhir, sebanyak 551 personel terlibat dalam operasi pencarian kapal tersebut.

8 Orang Masih Dicari

Arupadhatu 1 membawa delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian. Mereka berangkat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Lima dari delapan orang tersebut merupakan jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Sementara tiga orang lainnya adalah Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu.

Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap kedelapan orang tersebut. Setiap temuan di lapangan juga terus dievaluasi untuk mendapatkan petunjuk yang dapat membantu menemukan keberadaan mereka.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...