Prabowo Pamer Kinerja Kabinet: Rilis 125 Kebijakan dan Tekan Harga Pupuk
Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintahannya telah merilis 125 kebijakan dalam kurun waktu kurang dari dua tahun masa kerja Kabinet Merah Putih. Salah satu kebijakan tersebut yakni upaya menurunkan harga sekaligus meningkatkan jumlah produksi pupuk.
“Terima kasih, menteri saya hebat-hebat. Tidak sampai dua tahun kita sudah menghasilkan 125 kebijakan, luar biasa,” kata Prabowo saat menyampaikan sambutan peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9) malam.
Menurut Prabowo, penurunan harga pupuk tersebut menjadi salah satu capaian pemerintah yang terjadi untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Indonesia. Dia juga menyebut kebijakan tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan keuntungan PT Pupuk Indonesia hingga 252%.
“Pertama kali dalam sejarah Indonesia kita bisa turunkan harga pupuk. Harga pupuk turun, tapi jumlah pupuk bertambah. Dan PT Pupuk yang dari dulu mengalami kerugian, sekarang naik keuntungannya 252%,” ujarnya.
Adapun harga pupuk yang turun adalah pupuk bersubsidi lewat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tanggal 22 Oktober 2025.
Lewat aturan tersebut harga pupuk urea turun dari Rp 2.250 per kilogram menjadi Rp 1.800 per kilogram. Sedangkan harga NPK turun dari Rp 2.300 per kg menjadi Rp 1.840 per kg. Selain itu harga NPK kakao turun dari Rp 3.300 per kilogram menjadi Rp 2.640 per kilogram.
Harga pupuk jenis ZA turun dari Rp 1.700 per kilogram menjadi Rp 1.360 per kilogram. Terakhir, harga pupuk organik turun dari Rp 800 menjadi Rp 640 per kilogram.
Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menyampaikan bahwa peningkatan kinerja meluas ke sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) lainnya. Prabowo menguarikan PT Perkebunan Nusantara mencatat kenaikan keuntungan 54%. Sementara itu, keuntungan PT Pertamina meningkat 86%.
“PT Pegadaian naik 84%, PT Semen Indonesia naik 400%,” kata Prabowo.
Pada forum tersebut, Menteri Pertahanan 2019-2024 itu juga berencana untuk menggratiskan biaya pendidikan di sekolah negeri hingga perguruan tinggi negeri.
Prabowo mengatakan dirinya akan segara menggelar rapat terbatas (ratas) kabinet untuk membahas kebijakan biaya pendidikan di sekolah dasar negeri, sekolah menengah pertama negeri, sekolah menengah atas negeri, hingga universitas negeri dapat digratiskan ke depannya.
“Saya akan segera mengadakan ratas, pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya Pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube PAN TV.
Pemerintah akan menggunakan uang negara yang diraih atau dikembalikan dari hasil praktik korupsi untuk membiayai program pendidikan gratis nantinya. “Nanti ada yang bertanya ‘dari mana uangnya?’ Uangnya dari yang dikorupsi, yang dicolong, yang dicuri (dikembalikan),” ujarnya.
