Basarnas Tambah 89 Personel dan 12 Penyelam Cari 126 Korban Kapal Virgo
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menambah kekuatan personel untuk melanjutkan pencarian 126 korban yang belum ditemukan dalam kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sebanyak 89 personel dari KN SAR Kamajaya diberangkatkan dari Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan pada hari kedelapan, Minggu (20/9).
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan, kekuatan dari KN SAR Kamajaya itu akan dimanfaatkan untuk melanjutkan operasi sesuai arahan SAR Mission Coordinator (SMC). Metode pencarian yang selama ini dilakukan tetap dilaksanakan untuk memaksimalkan upaya menemukan korban yang belum ditemukan.
“Pada malam hari ini kita menggeser kekuatan personel dari KN SAR Kamajaya. Yang KN SAR Kamajaya itu 89 personel ya,” kata Yudhi di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Sabtu (19/9) malam.
Selain menambah kekuatan personel, Basarnas memfokuskan 12 penyelam untuk melanjutkan pencarian bawah laut. Tim ini merupakan personel gabungan yang dipilih dari seluruh unsur penyelam tim SAR setelah dilakukan penyesuaian dan penyegaran tim.
Yudhi menegaskan 12 penyelam tersebut bukan keseluruhan jumlah penyelam yang terlibat dalam operasi SAR. Mereka dipilih untuk melanjutkan operasi bawah laut pada hari kedelapan pencarian. Para penyelam ini memiliki pengalaman dalam penanganan sejumlah kecelakaan, termasuk operasi SAR kecelakaan pesawat Lion Air dan Sriwijaya Air.
Penyegaran tim penyelam dilakukan karena sejumlah unsur kapal yang sebelumnya mendukung operasi penyelaman harus kembali ke pangkalan untuk pergantian personel dan menjalankan tugas lainnya. Basarnas juga menyiapkan unsur pengganti untuk mempertahankan kemampuan pencarian bawah laut.
Sejumlah unsur kapal yang mendukung operasi penyelaman sebelumnya antara lain KRI I Gusti Ngurah Rai dan KRI Pulau Fani yang kembali ke pangkalan. Kapal pengganti dari KRI Nala akan turun pada hari kedelapan operasi.
Basarnas juga mengerahkan TB Jaya Dragon yang akan beroperasi bersama 12 penyelam tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat operasi pencarian bawah air yang sebelumnya telah dilakukan oleh 20 penyelam TNI Angkatan Laut, sembari menunggu keputusan tim salvage terkait penanganan badan kapal.
Yudhi berharap kondisi cuaca yang dalam beberapa hari terakhir cukup mendukung dapat bertahan sehingga tim penyelam dapat melaksanakan operasi bawah air secara maksimal. Dengan demikian, pencarian korban dapat terus dilakukan meski terdapat penyesuaian unsur kapal dan personel selama operasi berlangsung.
Hingga hari ketujuh operasi SAR pada Sabtu (19/9) pukul 21.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 117 orang telah ditemukan. Mereka terdiri atas 108 orang selamat dan sembilan orang meninggal dunia. Sementara itu, 126 orang masih belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.
KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 12 September 2026 dengan membawa 243 orang. Kapal tersebut mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita sebelum ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Basarnas sebelumnya telah memutuskan UNTUK memperpanjang operasi SAR selama tujuh hari setelah mengevaluasi proses pencarian hingga hari ketujuh. Perpanjangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi operasi di lapangan serta perkembangan pembahasan dengan tim salvage terkait penanganan badan kapal.
Di sisi lain, Kementerian Perhubungan turut memperkuat operasi dengan mengerahkan KN Kunyit, KN Grantin P. 211, dan KN Miang Besar. KN Kunyit memasang Wreck Mark Buoy sebagai penanda kerangka kapal sekaligus mendukung keselamatan alur pelayaran dan lokasi evakuasi korban.
Sementara itu, KN Grantin P. 211 dikerahkan untuk memperkuat operasi SAR melalui penyisiran dan pengamatan di area kejadian guna membantu pencarian korban.
Kemenhub juga menyebut telah dilakukan rapat dengan para pemangku kepentingan dan perusahaan pekerjaan bawah air untuk melihat hasil survei kondisi kapal yang berada di bawah laut. Selanjutnya dilakukan persiapan teknis untuk proses pengangkatan kapal.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan juga meminta keluarga korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang belum memberikan informasi segera menyampaikan data keluarga korban yang hilang untuk membantu proses identifikasi lancar.
Anggota Tim DVI Polda Kalsel dokter Supriadi mengatakan, hingga saat ini ada lebih dari 100 data antemortem dari pihak keluarga baik di Pelabuhan Trisakti maupun dari sejumlah rumah sakit melalui posko antemortem.
