Syahganda soal Video Kritik Gibran: Itu Dibuat Sebelum Saya Masuk Pemerintah

Muhamad Fajar Riyandanu
6 Oktober 2026, 17:15
Aktivis Syahganda Nainggolan menyapa wartawa sebelum mengikuti pelantikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz
Aktivis Syahganda Nainggolan menyapa wartawa sebelum mengikuti pelantikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Syahganda Nainggolan, menanggapi video dirinya yang beredar di media sosial dan memuat pernyataan mengenai Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Syahganda menjelaskan video tersebut merupakan rekaman lama yang dibuat sebelum dirinya masuk ke dalam pemerintahan. Dalam video podcast yang beredar, Syahganda sebelumnya menyampaikan kritik terhadap Gibran. Ia menilai posisi Wapres perlu mendapat perhatian karena sejumlah persoalan yang berkaitan dengan Gibran.

Syahganda juga menilai Wakil Presiden seharusnya dapat membantu Presiden menjalankan pemerintahan ketika Presiden menjalankan tugas di wilayah atau bidang lainnya. Ia membandingkan peran Wakil Presiden pada pemerintahan sebelumnya yang menurutnya dapat membantu Presiden menangani sejumlah persoalan pemerintahan.

Ia memperkirakan video tersebut dipublikasikan sekitar dua minggu hingga satu bulan sebelum dirinya bergabung dalam pemerintahan. “Jadi yang dibuat itu adalah video-video lama saya. Memang dulu saya begitu di luar sistem pemerintahan. Tapi di dalam sistem pemerintahan, otomatis saya harus sejalan dengan Bapak Presiden,” kata Syahganda dalam sesi konferensi pers di Kantor Bakom pada Selasa (6/10).

Syahganda menyampaikan sikapnya kini mengalami perubahan setelah bergabung dalam pemerintahan Sebagai bagian dari pemerintah, ia harus menjalankan kebijakan dan arah pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. “Sebagai pemerintah, Presiden dan Wakil Presiden satu pikiran, dan saya menjalankan. Intinya di situ,” ujarnya.

Ia juga turut menyayangkan masih adanya media yang mengedarkan video lama tersebut tanpa menjelaskan konteks waktu pembuatannya. Syahganda menilai penyajian video lama tanpa konteks dapat membuat publik menganggap pernyataan tersebut muncul setelah dirinya masuk ke dalam pemerintahan.

“Saya bukan menjelekkan new media ya, tapi media mainstream itu kan bertanggung jawab terhadap cover both side. Nah, kalau video lama saya yang beredar kemudian dibilang setelah dilantik, kan sebenarnya mereka melanggar prinsip-prinsip jurnalisme,” kata Syahganda.

Sebelumnya, Syahganda Nainggolan menilai posisi Gibran perlu diganti. Ia menyampaikan menyampaikan pandangan tersebut dalam siniar Refly Harun bertajuk “JOKOWI INI GAK ADA GUNANYA!” SYAHGANDA NAINGGOLAN UNGKAP OBROLAN DI RUMAH PRABOWO!.

"Ini Wapresnya enggak ada wibawa. Makanya saya bilang sebenarnya saatnya juga Wapres itu diganti, Gibran ini sudahlah enough is enough. Anda itu kan gak pantas lagi, sudah jelas cacat ijazah, cacat konstitusi dan lain-lain, sudah selesai saja," kata Syahganda saat 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...