Status Gunung Anak Krakatau Naik Lagi ke Level Siaga

Agustiyanti
10 Oktober 2026, 09:17
anak krakatau, erupsi, gunung anak krakatau
ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/wsj.
KRI Leuser-924 melintas pada operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026). Sebanyak tiga armada kapal TNI Angkatan Laut yakni KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861 dilibatkan tim SAR gabungan untuk mengoptimalisasi operasi pencarian lima orang wartawan yang dilaporkan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas Gunung Anak Kraktau dari level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga. Warga sekitar dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari pusat erupsi. 

"Badan Geologi Kementarian ESDM kembali menaikan tingkat aktivitas G. Anak Krakatau di Provinsi Lampung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) berlaku sejak 9 Oktober 2026 Pukul 21:00 WIB," demikian pengumuman Badan Geologi melalui akun Instagram resminya. 

Badan Geologi pun mengeluarkan tiga rekomendasi terkait peningkatan status Gunung Anak Krakatau. Pertama, warga sekitar dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari pusat erupsi. Kedua, warga sekitar diminta waspada terhadap lontaran batu pijar, abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder. Ketiga, warga diminta tetap tenang, jangan mudah percaya isu tsunami, dan mengikuti arahan BPBD.

Status aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelumnya diturunkn dari dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) pada 21 September 2026, setelah berada di level Siaga sejak 2 Juli 2026. Dalam periode peningkatan aktivitas sebelumnya, tercatat sebanyak 224 kali erupsi hingga 3 September 2026.

Meski status diturunkan, Badan Geologi tetap menetapkan rekomendasi keselamatan. 

"Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau," ujar Lana.

Erupsi Gunung Anak Krakatau sebelumnya sempat menganggu aktivitas penerbangan di sejumlah Bandara, termasuk Soekarno Hatta yang ditutup  pada 6 hingga 8 September 2026.  PT Angkasa Pura Indonesia menaksir kerugian akibat penutupan bandara  mencapai sekitar Rp 40 miliar.

Tak hanya Soekarno Hatta, sebaran abu vulkanik membuat enam bandara lain juga ditutup sementara. Adapun empat dari tujuh bandara tersebut dikelola Angkasa Pura, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Bandara Raden Inten II, dan Bandara Husein Sastranegara.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...