Asap Tebal Hambat Helikopter Padamkan Karhutla, 6 Provinsi Jadi Prioritas
Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman, menyebut asap tebal menghambat operasi helikopter dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan. Kondisi tersebut membuat petugas lebih banyak mengandalkan operasi pemadaman melalui jalur darat.
Dudung menjelaskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengoperasikan helikopter untuk membantu pemadaman karhutla. Namun, ketebalan asap di sejumlah titik kebakaran menyulitkan petugas menjangkau lokasi melalui udara.
Kondisi tersebut mendorong petugas mengoptimalkan operasi darat untuk menjangkau wilayah yang mengalami kebakaran. Menurut Dudung, petugas mengandalkan personel serta kendaraan dan peralatan darat untuk mendukung proses pemadaman di lapangan.
“Karena memang sulit untuk dijangkau dari udara karena memang asapnya terlalu tebal,” kata Dudung setelah mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (12/10).
Pemerintah juga mengerahkan personel TNI dan Polri untuk membantu menangani karhutla. Dudung menyebut pimpinan TNI telah menurunkan personel Kostrad dan melakukan rotasi petugas untuk menjaga keberlangsungan operasi pemadaman.
Selain mengoptimalkan pemadaman, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menjalankan langkah operasi modifikasi cuaca untuk menekan risiko kebakaran. “Kostrad sudah diturunkan. Dari Panglima TNI ada rotasi, pergantian prajurit. Ini tentunya sudah dipikirka oleh para pimpinan TNI maupun Kepolisian,” ujar Dudung.
Daerah Prioritas Penanganan Karhutla
Dalam rapat tersebut, pemerintah kini memusatkan penanganan karhutla di enam provinsi. Dudung menyebut Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan sebagai dua wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Lebih jauh, secara khusus memprioritaskan kawasan Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah karena kawasan tersebut menjadi habitat berbagai satwa yang perlu dilindungi.
“Ada enam provinsi yang menjadi konsentrasi, dua provinsi seperti Kalimantan Tengah dengan Sumatera Selatan. Kemudian ada lagi yang menjadi prioritas di Kalimantan Tengah, adalah Tanjung Puting atau sekitar Taman Nasional,” kata Dudung.
Rapat kali ini turut dihadiri oleh para gubernur dari enam provinsi, para panglima komando daerah militer, kepala kepolisian daerah, BMKG, dan BNPB. Selain memperkuat koordinasi pemadaman, Prabowo mendorong pemerintah melakukan pencegahan sejak dini untuk mengurangi risiko kebakaran melalui integrasikan peran pemerintah daerah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna, dan masyarakat peduli api.
“Intinya adalah beliau (presiden) sangat mengapresiasi kepada seluruh anggota yang terlibat di dalam pemadaman,” ujar Dudung.
