Profil Jenderal Tandyo Budi Revita, dari Wakil Panglima TNI Kini Jadi KSAD

Andi M. Arief
15 Oktober 2026, 19:35
Jenderal TNI Tandyo Budi Revita mengucapkan sumpah saat dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD)
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.
Jenderal TNI Tandyo Budi Revita mengucapkan sumpah saat dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Jenderal TNI Tandyo Budi Revita resmi dilantik menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat oleh Presiden Prabowo Subianto hari ini. Adapun jabatan Tandyo sebelumnya adalah Wakil Panglima TNI sejak 10 Agustus 2025.

Tandyo menduduki posisi Wakil Panglima TNI setelah kosong sekitar 25 tahun. Kepala Negara belum menjelaskan pertimbangan rotasi Tandyo dari Wakil Panglima TNI menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

"Bahwa saya akan menjunjung tinggi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dengan sebaik-baiknya," kata Tandyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10).

Tandyo Budi Revita lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1969. Ia lulus dari Akademi Militer Magelang pada 1991, satu angkatan dengan Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto.

Ia berasal dari kecabangan Infanteri (Kostrad), dan telah menjabat berbagai posisi strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat dan Kementerian Pertahanan sebelum akhirnya dilantik sebagai Wakil Panglima TNI.

Ayahnya merupakan seorang guru di Solo, ibunya ibu rumah tangga. Dia adalah adik Mayor Jenderal TNI (Purn) Nugroho Budi Wiryanto, mantan Pangdam III/Siliwangi dan Wakil Irjenad.

Berbagai pelatihan dan pendidikan militer yang ditempuhnya yakni Sesarcabif, Dik PARA & PARA Madya, Diklapa I & II, Dik Pemburu, Dikreg XLIV Seskoad (2006), Susdanyon Sesko TNI, Lemhannas RI.

Sejumlah jabatan yang pernah didudukinya di TNI AD dan Kementerian Pertahanan yakni: Komandan Tim Khusus Combat Intelligence (CI) Yonif Linud 330/Tri Dharma (1995), Danyonif Linud 330/Tri Dharma (2011), Danbrigif Linud 17/Kujang I (2011–2012), Asops Kasdam VII/Wirabuana (2014) Danrindam IX/Udayana (2015), Danmentar Akmil (2015), Danrem 142/Taroada Tarogau (2016), Paban III/Sopsad (2017–2018), Paban III/Latgab Sops TNI (2018).

Ia juga pernah menjadi Direktur Bela Negara, Ditjen Pothan Kemhan (2018–2019), Direktur Kerja Sama Pertahanan, Ditjen Strahan Kemhan (2019–2021), Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kemhan (2021–2023), Pangdam IV/Diponegoro (2023–2024), Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) (2024–2025).

Data LHKPN Jenderal Tandyo

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya, Total kekayaan Tandyo Budi tercatat lebih dari Rp 6,6 miliar, tepatnya Rp 6.694.806.918. Sejumlah aset dimilikinya yang terdiri dari tanah dan bangunan, hingga kendaraan.

Ia memiliki aset tanah dan bangunan dengan nilai yang bertambah Rp 1,3 miliar secara tahunan pada 2025. Tandyo tercatat memiliki dua aset tanah baru di Subang, Jawa Barat, dengan total seluas 83.163 meter persegi.

Total harta Tandyo berbentuk tanah dan bangunan mencapai Rp 7,14 miliar dengan luas 46,03 hektare. Namun mayoritas atau 37,09 hektare tanah senilai Rp 117,08 juta milik Tandyo bukan berasal dari hasil sendiri.





add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...