Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor, Ini yang Dibahas
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.
Presiden Prabowo Subianto melantik wakil menteri serta kepala dan wakil kepala badan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan anggota Kabinet Merah Putih di Istana Bogor pada Jumat (16/10) malam. Usai pertemuan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan pertemuan tersebut meyinggung dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka.
"Bersyukur dua tahun ya, Presiden membangun kebersamaan," kata Maruarar usai rapat seperti dikutip dari Antara.
Maruarar mengatakan hubungan yang dibangun Indonesia dengan negara lain menjadi hal penting pemerintahan Prabowo. Dia menyinggung hubungan RI dengan Amerika Serikat, Rusia, dan Cina terjalin dengan baik.
"Persahabatan dengan Rusia berjalan baik, sesuai politik bebas aktif. Dengan Rusia, Amerika, Cina, maupun negara-negara Timur Tengah berjalan baik," katanya.
Beberapa pejabat yang hadir antara lain Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman dan Wakil Menteri Perumahan Fahri Hamzah.
Selain itu, hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti hingga Wakil Menteri Pertahanan Yusuf Jauhari.
Sebelumnya, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi kepada awak media mengatakan pertemuan akan membahas implementasi program Asta Cita. Namun, Viva tak menjelaskan detail apa saja isi pertemuan nanti.
"Tentang monitoring dan pengendalian implementasi program-program Asta Cita di masing-masing kementerian, sesuai tugas pokok fungsinya," kata Viva kepada awak media. Jumat (16/10).
Pertemuan dilakukan di tengah-tengah sejumlah masalah yang melanda Indonesia. Beberapa di antaranya adalah kebakaran hutan dan lahan yang belum kunjung mereda, antrean bahan bakar minyak (BBM) di Bali, hingga mati lampu di Batam.
Hal lainnya adalah lembaga pengelola indeks global MSCI tengah mempertimbangkan menurunkan status pasar modal Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) ke pasar mandiri (standalone market). Ini imbas kekhawatiran yang terus berlanjut terkait kelayakan investasi (investability) dan tata kelola pasar saham di Indonesia.
Reporter: Antara
