Bandara Soekarno-Hatta Batalkan Dua Penerbangan Akibat Dampak Karhutla
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/kye
Pesawat maskapai dalam negeri lepas landas dari runway utara Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (8/9/2026).
Bandara Internasional Soekarno-Hatta melaporkan dua penerbangan dari dan menuju bandara tersebut dibatalkan karena gangguan jarak pandang yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan.
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney) sebagai operator bandara tersebut mengatakan pembatalan penerbangan dilakukan untuk menjaga perjalanan udara. Ini karena kabut asap menyebabkan jarak pandang di beberapa bandara tujuan berada di bawah batas minimum keamanan.
"Kami terus memantau perkembangan kondisi operasional penerbangan dan berkoordinasi dengan maskapai serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan penanganan penerbangan dan penumpang terdampak berjalan dengan baik," kata Assistant Deputy Communication & Legal Soekarno-Hatta Executive Office, Yudistiawan di Tangerang, Banten, Sabtu (17/10) dikutip dari Antara.
Operator menyiapkan mitigasi untuk mengantisipasi potensi penumpukan penumpang karena pembatalan penerbangan. Mereka menjanjikan pelayanan bagi penumpang tetap terjaga meski ada pembatalan perjalanan.
"Saat ini, operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta tetap terkendali," kata Yudistiawan.
Angkasa Pura juga meminta calon penumpang untuk memeriksa status dan jadwal penerbangan mereka sebelum berangkat menuju bandara.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan asap karhutla atau kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan sudah mencapai Jakarta.
"Betul, sudah masuk (Jakarta), asap Karhutla yang dari Kalimantan," kata Sekretaris Utama BMKG Guswanto kepada Katadata.co.id, Jumat (16/10). "Tetapi, masih di lapisan atmosfer atas." katanya.
DKI Jakarta tercantum sebagai wilayah yang terdeteksi terdapat asap dan berada dalam area sebaran asap karhutla. “Namun, gambar ini hanya menunjukkan keberadaan/sebaran asap di atmosfer dan belum menunjukkan secara langsung tingkat konsentrasi polutan di permukaan yang dihirup masyarakat,” katanya.
Reporter: Antara
