OUTLOOK 2027: Dunia Usaha Perlu Perkuat Daya Saing Hadapi Tantangan Ekonomi
Dunia usaha perlu memperkuat produktivitas, inovasi, dan daya saing untuk menghadapi dinamika ekonomi global serta menangkap peluang pertumbuhan pada 2027.
Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam "OUTLOOK 2027: Winning the Next Growth Cycle, The 2027 C-Suite Agenda for Growth, Leadership and Competitive Advantage", yang digelar Ikatan Alumni Prasetiya Mulya (IKA Prasmul) bersama Prasmul Executive Learning Institute (Prasmul ELI) dan CEO Club Prasmul di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Jumat (16/10).
Ketua Umum IKA Prasmul, Edy Sutrisman, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi perubahan ekonomi dan bisnis menuju 2027.
“Kami percaya bahwa di tengah perubahan yang begitu cepat, tidak ada bisnis yang dapat tumbuh sendirian. Pertumbuhan lahir dari kolaborasi: antarperusahaan, antarindustri, serta antara swasta, pemerintah, dan dunia pendidikan. Semangat yang sama berlaku bagi komunitas alumni,” jelasnya.
Forum yang dihadiri lebih dari 200 pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, dan akademisi ini menghadirkan Anindya Novyan Bakrie, Ketua Umum KADIN Indonesia periode 2024–2029, dalam sesi Where Growth, Capital and Private-Sector Competitiveness Will Move Next.
Dalam paparannya, Anindya menyoroti tiga aspek yang perlu menjadi landasan strategi bisnis, yakni crisis, competition, dan compassion. Ketiganya mencakup kesiapan menghadapi krisis, penguatan daya saing, serta kolaborasi untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif.
Forum ini juga menghadirkan Ichsan Zulkarnaen, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, yang membahas prospek investasi Indonesia dan implikasinya terhadap strategi pertumbuhan perusahaan.
Sementara itu, Ric Roi, Professor of Leadership and Organization serta Academic Director for IMD Voyager, membahas tantangan pemimpin dalam menjaga kinerja bisnis sekaligus membangun kapabilitas organisasi untuk menghadapi peluang jangka panjang.
OUTLOOK 2027 turut melibatkan jejaring alumni lintas perguruan tinggi, termasuk IA-ITB, KAGAMA, IKA Usakti, IKA PPM, dan IA IPMI. Keterlibatan berbagai komunitas ini membuka ruang pertukaran pengetahuan dan peluang kolaborasi profesional lintas industri.
“Forum ini lahir dari kolaborasi IKA Prasmul bersama CEO Club Prasmul dan Prasmul ELI. Kami ingin menghadirkan ruang bagi para pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, dan akademisi untuk bertukar perspektif tentang arah bisnis dan ekonomi Indonesia menuju 2027, sejalan dengan semangat tema kita: learning from where we have been, shaping where we go next,” ujar Edisut.
