Indonesia merupakan salah satu negara dengan performa daya saing terbaik setelah masa pandemi Covid-19. Namun, peringkat Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara anjlok imbas dari perang tarif.
Kemenperin mengungkapkan impor tinggi ke Indonesia terjadi karena minimnya hambatan perdagangan seperti NTB dan NTM dibandingkan negara tetangga, mempengaruhi daya saing industri lokal.
Bank Indonesia jelaskan deflasi Januari dan Februari 2025 bukan karena daya beli menurun, tetapi faktor lain seperti diskon tarif listrik dan musim panen yang meningkatkan pasokan.
IMD menerbitkan riset World Talent Ranking atau WTR yang mencatat daya saing sumber daya manusia Indonesia naik peringkat, dari 47 menjadi 46 pada 2024.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki menyebut, tantangan terbesar UKM saat ini bukan digitalisasi, tetapi daya saing di pasar domestik.
Indonesia, negara dengan kekayaan sumber daya alam melimpah dan populasi terbesar di Asia Tenggara, harus menghadapi kenyataan bahwa daya saing Vietnam lebih unggul dari Indonesia.
Indonesia menunjukkan peningkatan daya saing luar biasa naik ke posisi 27 dari 67 negara dalam IMD World Competitiveness Ranking 2024, naik 7 posisi dibanding tahun sebelumnya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mengeluarkan aturan baru terkait operator ekonomi bersertifikat. Diharapkan, kehadiran aturan ini bisa meningkatkan daya saing ekonomi nasional.