Cegah Korban Jiwa Bertambah, BNPB Keluarkan Imbauan bagi Relawan Karhutla
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan enam imbauan bagi para relawan yang terlibat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini untuk mencegah jatuhnya korban relawan pemadam karhutla lebih banyak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan imbauan pertama adalah relawan berkoordinasi dengan pos komando jika melibatkan diri dalam pemadaman karhutla. Imbauan kedua adalah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan supervisi terkait koordinasi tersebut.
Imbauan ketiga adalah adanya petugas keselamatan atau safety officer dalam pemadaman. Keempat, membekali diri dengan pengarahan atau briefing dalam pelaksanaan operasi. Pengarahan juga perlu dilakukan usai operasi pemadaman berakhir.
"Agar tahu apa yang perlu ditindaklanjuti," kata Berton dalam konferensi pers, Jumat (23/10).
Imbauan kelima, pengerahan relawan disesuaikan dengan durasi rencana operasi yang ditetapkan pos komando. Imbauan berikutnya adalah memastikan relawan yang turun telah dibekali dengan ilmu dan teknik memadamkan si jago merah.
Selain itu, BNPB juga meminta relawan yang turun menggunakan alat pelindung diri yang lengkap. Beberapa di antaranya helm keselamatan, kacamata pelindung, sarung tangan dan sepatu tahan panas, serta masker.
"Apabila sudah kelelahan beristirahat atau minum secukupnya," kata Berton.
Langkah ini menjadi respons atas gugurnya relawan pemadam di kawasan Gunung Bromo. Terbaru, relawan bernama Suraji (44) meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo pada Jumat (23/10).
Peristiwa ini menambah jumlah relawan Bromo yang gugur menjadi enam orang. Lima relawan yang gugur sebelumnya adalah Soekaris, Hendra Roni Wiwagi Yanta, Sefria Alfri Ansya, Agus Prayitno, dan Wisnu Yuda Pratama.
