Jokowi Tiba di AS, Akan Bahas Konflik Jalur Gaza dengan Joe Biden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama rombongan telah mendarat di Amerika Serikat (AS). Presiden tiba di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC pada Minggu (12/11) sekira pukul 16.20 waktu setempat atau Senin (13/11) pukul 04.20 WIB.
Jokowi dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS, Joe Biden di Gedung Putih hari ini. Keduanya akan membahas upaya penyelesaian perang Israel-Palestina di Jalur Gaza.
Jokowi tiba menggunakan pesawat Garuda Indonesia (GA-1) usai menghadiri KTT Organisation of Islamic Cooperation atau Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Riyadh, Arab Saudi. Forum tersebut merupakan tanggapan terhadap situasi krisis di Gaza, Palestina akibat agresi brutal Israel.
Jokowi disambut oleh Penjabat Kepala Protokol Amerika Serikat Ethan Rosenzweigh, Duta Besar Amerika Serikat untuk Republik Indonesia Sung Kim, Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Rosan Perkasa Roeslani, dan Atase Pertahanan KBRI Washington DC Marsma TNI Tjahya Elang Migdiawan.
Setibanya di hotel, Presiden disambut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim Erick Thohir, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif. Selain itu ada DCM KBRI Washington DC Ida Bagus Bimantara dan Atase Polisi KBRI Washington DC Brigjend Oktavianus Marthin.
Di Washington DC, Presiden Jokowi diagendakan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Gedung Putih. Jokowi mengatakan hal tersebut sebagai kesempatan baik guna menyuarakan posisi tegas Indonesia mengenai situasi di Gaza.
"Kunjungan ini juga merupakan kesempatan baik untuk langsung menyampaikan hasil KTT OKI di Riyadh yang mencerminkan solidaritas untuk membela keadilan dan kemanusiaan," kata Jokowi saat memberikan keterangan pers di Bandara Internasional Juanda, pada Jumat (10/11), sebelum bertolak ke Riyadh.
Dalam paparannya di KTT OKI, Jokowi menegaskan bahwa OKI harus mampu menghasilkan hal konkret agar kekejaman Israel di Gaza dapat segera dihentikan.
Untuk itu, Jokowi menyampaikan empat saran konkret saat berbicara di hadapan para pemimpin negara Islam. Pertama, dia mendesak agar gencatan senjata segera dilakukan.
“Israel telah gunakan narasi ‘self defense‘ dan terus lakukan pembunuhan rakyat sipil. Ini tak lain sebuah collective punishment," kata Jokowi.
Kedua, Presiden Jokowi mendorong agar bantuan kemanusiaan dipercepat dan diperluas jangkauannya. OKI harus mengusulkan mekanisme bantuan yang lebih bisa diprediksi dan berkelanjutan mengingat situasi kemanusiaan di Gaza sangat memprihatikan.
“Situasi kemanusiaan sangat memprihatinkan. Contoh, RS Indonesia di Gaza Utara terus menjadi sasaran serangan Israel, sejak kemarin sudah kehabisan bahan bakar," katanya.
Ketiga, Jokowi menyerukan agar OKI menggunakan semua lini untuk menuntut pertanggungjawaban Israel terhadap kekejaman kemanusiaan yang telah dilakukan. Misalnya, mendesak diberikannya akses pada Independent International Commission of Inquiry on the Occupied Palestinian Territory yang dibentuk Dewan HAM PBB untuk melaksanakan mandatnya.
“Dan terus mendukung proses advisory opinion di Mahkamah Internasional,” ujarnya.
Keempat, OKI harus mendesak agar perundingan damai segera dimulai kembali demi terwujudnya solusi dua negara. Menurutnya, solusi satu negara hanya akan membuat Palestina dikorbankan.
“Jika memang mekanisme quartet sudah tidak dapat diandalkan, maka OKI harus mendorong proses negosiasi damai dengan format baru," ujarnya.
Di penutup pernyataannya, Presiden Jokowi meminta dukungan dari para pemimpin OKI untuk menyampaikan hasil dari KTT Luar Biasa OKI kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

