Survei: Pemilih Anies dan Prabowo Nilai Pemberantasan Korupsi Memburuk

Muhamad Fajar Riyandanu
23 Januari 2024, 15:40
korupsi, anies, prabowo, ganjar
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wpa.
Capres nomor urut 1 Anies Baswedan (tengah) berbincang dengan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto (kiri) dan Gibran Rakabuming Raka (kanan) serta capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo saat menghadiri Penguatan Anti Korupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas (Paku Integritas) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (17/1/2024).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Survei Indikator Politik Indonesia teranyar menghasilkan temuan soal persepsi para pemilih calon presiden terhadap kasus korupsi. Survei tersebut menunjukkan sikap para pendukung dari kubu Anies Baswedan dan Prabowo Subianto cenderung menilai negatif pemberantasan korupsi 

Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi menjelaskan bahwa ketiga kelompok pendukung capres cawapres cenderung memiliki lensa maupun sentimen serupa dalam melihat kinerja pemberantasan korupsi saat ini.

“Ketika bicara soal KPK, umumnya rata-rata mau itu pendukung Anies, pendukung Ganjar, Prabowo memang melihat ada sesuatu yang bermasalah,” kata Burhanuddin dalam konferensi pers daring peluncuran survei bertajuk ‘Tingkat Kepercayaan Terhadap Lembaga-Lembaga Hukum dan Politik' pada Selasa (23/1).

Meski punya kesamaan pandangan, ujar Burhanuddin, sentimen negatif dari tiga kubu itu timbul karena kinerja pimpinan KPK yang belakangan menjadi sorotan. “Mereka berbeda-beda dalam menilai trust terhadap lembaga penegak hukum, tapi gambar besarnya tetap aspek kinerja yang menentukan,” ujarnya.

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menampilkan tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum lainnya seperti Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berada di urutan 6 dan 7 dengan persentase 70,8% dan 70,3%.  

Pemilih Anies-Muhaimin

Sebanyak 44,7% basis suara pemilihan pasangan  nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menganggap kinerja pemberantasan korupsi saat ini berada di jalur negatif alias buruk. Sementara masih ada 26,3% pendukung Anes-Muhaimin yang menganggap kinerja pemberantasan korupsi nasional berjalan baik.

Temuan tersebut cenderung relevan dengan hasil survei pada suara basis partai pengusung Anies-Muhaimin yang tergabung dalam Koalisi Perubahan, yakni PKB, PKS dan NasDem. Kelompok pemilih Partai NasDem mengatakan 35,9% kinerja pemberantasan korupsi di dalam negeri memburuk.

Angka lebih tinggi ditunjukkan 55,9% basis PKS yang menyebut upaya pemberantasan korupsi saat ini negatif. Sedangkan 42% kelompok pemilih PKB menganggap kinerja pemberantasan korupsi saat ini berjalan baik, sementara hanya 32,4% suara basis partai yang menilai buruk.   

Pemilih Prabowo-Gibran

Bergeser ke basis suara pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Survei Indikator mendapati 33% basis suara pemilih Prabowo-Gibran menganggap kondisi pemberantasan korupsi saat ini berjalan buruk. Sedangkan 36,3% pendukung yang menilai kinerja pemberantasan korupsi berjalan baik.

Meski begitu, 37,85% pendukung partai pengusung utama, yakni Gerindra menganggap aksi pemberantasan korupsi saat ini buruk. Kondisi serupa juga ditemui di basis pemilih Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai salah satu anggota dari Koalisi Indonesia Maju. Sedangkan 40% pendukung PAN menilai upaya pemberantasan korupsi nasional saat ini berjalan buruk.

Basis pendukung Partai Demokrat juga punya sikap serupa. Sebagian besar atau 39,7% menilai kondisi pemberantasan korupsi domestik saat ini berjalan buruk.

Adapun sikap yang cenderung berbeda ditemukan pada kelompok pendukung Partai Golkar, dengan suara mayoritas atau 33,8% menganggap upaya pemberantasan korupsi saat ini berjalan baik. Sementara ada 31,2% menilai buruk.

Pemilih Ganjar-Mahfud

Senada dengan sikap basis suara Prabowo-Gibran. Sebanyak 31,6% pendukung Ganjar-Mahfud menganggap kondisi pemberantasan korupsi saat ini berjalan buruk. Angka ini beda tipis dengan para 33,4% pendukung yang menilai kinerja pemberantasan korupsi berjalan baik.

Adapun 27,3% basis partai pendukung utama Ganjar-Mahfud, yakni PDIP menilai kondisi pemberantasan korupsi saat ini buruk, sementara 37,3% pemilih menilai sebaliknya.

Kemudian 17,5% kelompok pemilih Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menganggap kinerja pemberantasan korupsi saat ini berjalan negatif, sementara 24,7% menganggap sebaliknya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...