Top News: Skema Dana Visi Prabowo - Gibran, Varian Baru Covid-19 di RI
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming, memperkirakan butuh dana besar untuk mewujudkan visi-misi jika terpilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Gagasan pasangan ini meliputi swasembada pangan, program makan siang gratis, hingga transisi ekonomi hijau.
Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Gibran memproyeksikan, pasangan ini setidaknya butuh Rp 1.400 triliun untuk mewujudkan transisi ekonomi hijau dan makan siang gratis.
Proyeksi kebutuhan dana dari visi-misi Prabowo - Gibran merupakan salah satu artikel terpopuler, dan menjadi bagian dari Top News Katadata.co.id.
Selain itu, simak juga pengakuan Jusuf Kalla yang mendukung capres Anies Baswedan, serta wawancara khusus dengan cawapres Mahfud MD.
Berikut Top News Katadata.co.id:
1. Prabowo-Gibran Janjikan Makan Siang Gratis Rp 400 T, Ini Skema Dananya
Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming memiliki berbagai visi-misi untuk perekonomian RI jika terpilih pada pemilihan umum 2024 nanti. Mulai dari swasembada pangan, program makan siang gratis hingga transisi ekonomi hijau.
Dewan Pakar Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Gibran, Drajad Wibowo mengatakan, untuk mewujudkan janji-janji tersebut, dibutuhkan sumber penerimaan yang besar. Bahkan, untuk melakukan transisi ekonomi hijau sendiri dibutuhkan dana hingga Rp 1.000 triliun.
“Bukan hanya Rp 1.000 triliun lebih untuk ekonomi hijau, ada minimal Rp 400 triliun untuk makan siang gratis, kita juga ada beberapa ratus triliun untuk target swasembada energi dan pangan. Jadi memang ada kebutuhan dana yang sangat besar,” ujar Drajad dalam acara bertajuk ‘Nasib Transisi Ekonomi Hijau di Tahun Politik’ di Jakarta, Selasa (19/12).
Maka dari itu, pihaknya tengah menyisir berbagai sumber pendanaan untuk memenuhi rencana-rencana tersebut. Namun ia belum membeberkan secara rinci terkait sumber pendanaanya.
2. Kronologi Kasus yang Seret Ketua BEM UI, Bagaimana Profil Melki Sedek?
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) non aktif Universitas Indonesia (UI) Melki Sedek Huang tengah menjadi sorotan. Ia tersandung kasus dugaan pelecehan seksual.
Dugaan kasus itu mulai mencuat ke publik tak lama setelah dirinya bersama puluhan mahasiswa mendatangi Kantor Balai Kota Solo, Jawa Tengah pada Senin (18/12).
Saat itu Sedek bersama mahasiswa lain bermaksud mengajak Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka untuk latihan debat jelang agenda Debat Calon Wakil Presiden pada Jumat, 22 Desember mendatang. Niat itu sirna tatkala Gibran tak kunjung menemui rombongan mahasiswa tersebut.
Melki bersama pengurus BEM UI juga pernah mengundang kandidat calon presiden untuk adu gagasan di Kampus Kuning pada 14 September 2023 lalu. Undangan dilayangkan pada tiga kandidat yang sudah mengantongi tiket maju pilpres 2024 yaitu Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.
Namun kegiatan tersebut urung terlaksana lantaran Ganjar dan Prabowo dipastikan tidak hadir. Ganjar sedang melaksanakan umrah dan Prabowo menjalani tugas negara di Laos.
3. Jusuf Kalla Resmi Dukung Anies-Muhaimin, Tak Ingin Pemimpin Pemarah
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia Jusuf Kalla memutuskan untuk mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1 yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Pernyataan disampaikan Jusuf Kalla pada Selasa (19/12) di Makassar, Sulawesi Selatan. Kalla menganggap Anies merupakan orang yang tepat untuk memimpin Indonesia di masa depan.
"Bagi JK, yang dua periode menjabat sebagai Wapres RI untuk dua presiden berbeda, Anies adalah murid politiknya," kata Juru Bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah dalam keterangannya, Selasa (19/12). Kalla juga menilai Anies merupakan sosok yang memiliki pengalaman, pengetahuan, kejujuran, dan integritas.
Selain itu, Kalla juga memberikan saran kepada calon pemilih agar memilih pemimpin dengan rekam jejak etika yang baik serta bukan pemarah. Menurutnya, hal ini penting agar presiden mau menerima kritikan masyarakat.
4. Covid-19 Varian JN.1 Terdeteksi di Indonesia, Warga RI Diminta Waspada
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi penemuan kasus penularan virus penyebab Covid-19 varian JN.1 di Provinsi DKI Jakarta dan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu menyampaikan, masing-masing satu kasus infeksi virus corona tipe SARS-CoV-2 varian JN.1 ditemukan di Jakarta Selatan pada 11 November 2023, di Jakarta Timur pada 23 November 2023, dan Batam pada 13 Desember 2023.
Virus corona varian JN.1 dilaporkan berkaitan erat dengan varian BA.2.86 dan dikhawatirkan dapat mempengaruhi pola penularan dan tingkat keparahan akibat Covid-19.
Maxi juga menyampaikan, berdasarkan laporan per 18 Desember 2023 ada dua kasus kematian akibat Covid-19, masing-masing satu kasus di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dan RSUD Tarakan.
"Satu pasien meninggal sudah divaksin dua kali dan memiliki komorbid. Satunya lagi belum pernah divaksin dan mengalami infeksi paru-paru," kata Maxi dikutip dari Antara, Rabu (20/12).
5. Mahfud MD: PDIP dengan Saya Tidak Ada Kata-kata Petugas Partai
Musim kampanye tengah berlangsung. Tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden berlomba untuk menaikkan elektabilitas. Tak terkecuali Mahfud MD, cawapres dari nomor urut tiga.
Ia fokus pada daerah yang masih sedikit suara untuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
“Saya masuk ke jalur hijaunya. PDIP kan merah,” ucap Mahfud dalam episode 7 acara Pergulatan Politik (Gultik) bersama pembawa acara Wahyu Muryadi beberapa waktu lalu.
Bersama Ganjar Pranowo sebagai capres, Mahfud yakin memiliki modal yang kuat untuk memenangkan Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024. Menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan itu juga bicara soal potensi kecurangan pada Pemilu dan siapa rivalitas terkuatnya.
