Swiss Donasi 4 Juta Dosis AstraZeneca ke Program Berbagi Vaksin Covax

Swiss akan mendonasikan empat juta dosis kepada Covax, dari rencana awal tiga juta. Swiss justru memesan lebih banyak vaksin mRNA dan Pfizer.
Cahya Puteri Abdi Rabbi
1 Juli 2021, 08:35
Swiss Donasi 4 Juta Dosis AstraZeneca ke Program Berbagi Vaksin Covax
ANTARA FOTO/Siswowidodo/foc.
Petugas menyiapkan vaksin Covid-19 AstraZeneca saat vaksinasi bagi warga lanjut usia (lansia) dan pedagang pasar di balai Kelurahan Nambangan Lor, Kota Madiun, Jawa Timur, Rabu (9/6/2021).

Pemerintah Swiss berencana mendonasikan empat juta dosis vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca untuk program berbagi vaksin, Covax. Ini untuk mengatasi kesenjangan penyediaan vaksin virus corona bagi negara-negara berkembang.

Swiss awalnya memesan 5,4 juta dosis vaksin AstraZeneca. Namun badan pengatur medis Swissmedic belum memberikan persetujuan untuk penggunaan vaksin itu.

Alasannya, Swissmedic belum menerima semua data yang diperlukan dari uji klinis sehingga izin belum bisa diberikan.

Oleh karena itu, Swiss akan mendonasikan empat juta dosis kepada Covax, dari rencana awal tiga juta. Covax merupakan inisiatif global yang bertujuan pada kesetaraan akses dalam mendapatkan vaksin Covid-19.

Advertisement

“Imbas distribusi vaksin tidak merata, kami perkirakan pandemi corona akan berlangsung untuk waktu yang lama," kata pemerintah dalam pernyataan, dikutip dari Reuters, Rabu (30/6).

Swiss memesan lebih banyak vaksin mRNA dari Moderna dan Pfizer buatan BioNTech. Vaksin-vaksin yang dipesan itu, termasuk yang sudah direncanakan untuk digunakan pada 2022.

"Pemerintah federal Swiss sedang memusatkan perhatian pada vaksin mRNA," ujar pemerintah Swiss. Mereka mempersiapkan kemungkinan warganya membutuhkan suntikan penguat pada tahun depan.

Selain menyumbangkan vaksin AstraZeneca, Swiss telah mendonasikan 145 juta franc Swiss atau sekitar Rp 2,2 triliun kepada Covax. Ini sebagai bagian dari 300 juta franc atau sekitar Rp 4,7 triliun dana yang disiapkan untuk mendukung percepatan program Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Itu terkait pengadaan alat-alat penanganan Covid-19, Access to Covid-19 Tools Accelerator (ACT-A). ACT-A bertujuan mempercepat pengembangan teknologi dalam menanggulangi pandemi.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait