Sidang Hari Ini, Bripka RR dan Kuat Ma’ruf Diperiksa Sebagai Terdakwa

Bripka RR atau Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf menjalani sidang lanjutan pembunuhan berencana Brigadir J pada hari ini (9/1).
Ade Rosman
9 Januari 2023, 09:05
bripka rr, brigadir j, bharada e, ferdy sambo
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kuat Ma'ruf bersiap menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (7/11/2022). Ketua majelis hakim memutuskan untuk menggabungkan tiga terdakwa, yakni Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Maruf dalam satu sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi.

Bripka RR atau Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf akan menjalani sidang lanjutan pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (9/1).

"Pukul 09.00 WIB sampai selesai. Agenda pemeriksaan terdakwa," demikian dikutip dari Sistem Informasi penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Selatan, Senin (9/1).

Sebelumnya, keduanya melaksanakan serangkaian persidangan termasuk pemeriksaan beberapa saksi, termasuk saksi ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

(BACA JUGA: Brigadir J Lari Dikejar Kuat Ma'ruf, Ricky Rizal Bujuk Temui Putri)

Yang terbaru, menghadirkan saksi a de charge atau saksi meringankan yang dihadirkan pihak terdakwa.

Pada perkara tersebut, Bripka RR, Kuat, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, serta Richard Eliezer atau Bharada E didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Yosua, ajudan Sambo yang saat itu masih menjabat kepala divisi profesi dan pengamanan (Kadiv Propam) Polri.

Dalam dakwaan, baik Bripka RR maupun Kuat mengetahui sejak awal rencana pembunuhan Yosua. Keduanya berperan dalam skenario yang disusun oleh Sambo.

Atas perbuatannya, Bripka RR, Kuat, Sambo, Putri, dan Bharada E didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.

Reporter: Ade Rosman
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait