Ubah Jadwal & Minta Refund Tiket di Traveloka Naik 10 Kali Efek Corona

Kasus virus corona di Indonesia terus bertambah, permintaan bantuan untuk refund dan reschedule di Traveloka naik 10 kali lipat.
Desy Setyowati
23 Maret 2020, 16:01
Permintaan Refund dan Reschedule di Traveloka Naik drastis Efek Corona
Katadata/Agustiyanti
Ilustrasi traveloka

Traveloka mencatat, permintaan bantuan terkait uang kembali (refund) dan mengubah jadwal (reschedule) tiket pesawat dan hotel naik 10 kali lipat akibat pandemi corona. Unicorn Tanah Air itu pun memperkuat sistem back end untuk memenuhi permintaan tersebut.

Startup penyedia layanan perjalanan dan gaya hidup berbasis digital ini mencatat, ada ribuan permintaan bantuan masuk dalam semenit. Permintaan itu masuk dari telepon, email, aplikasi, media sosial, dan kanal lain.

Chief Marketing Officer Traveloka Dionisius Nathaniel mengimbau pengguna untuk mengecek Syarat & Ketentuan yang ditetapkan oleh masing-masing partner termasuk maskapai, hotel, dan lainnya. Selain itu, memastikan ketentuan yang tertera pada e-voucher yang dimiliki.

(Baca: Ada Virus Corona, Pemesanan ke Luar Negeri Tiket.com Anjlok 52% )

Advertisement

“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh partner mengenai kebijakan terkini untuk situasi Covid-19. Namun, kami juga meminta kesediaan pengguna untuk mengirimkan informasi tertulis dari pihak maskapai maupun hotel apabila informasi yang diterima berbeda dari yang kami sampaikan,” kata Dionisius dalam siaran pers, Senin (23/3).

Pengajuan refund atau reschedule sebenarnya dapat dilakukan melalui ‘My Booking’ pada aplikasi. Apabila ada informasi lain yang dibutuhkan, pengguna dapat mengakses ‘Inbox’ dan memilih menu ‘Ask Our Team’.

Startup online travel agent (OTA) memang terdampak pandemi corona. Tiket.com misalnya, mencatat penjualan untuk layanan internasional anjlok 52% selama Januari hingga Februari.

(Baca: Obral Tiket Pesawat Imbas Corona, Jakarta-Yogyakarta Mulai Rp 300 Ribu)

Senior Public Relations Executive Tiket.com Yosi Marhayati mengatakan penurunan penjualan internasional terjadi sejak wabah virus corona merebak di Tiongkok. Sedangkan untuk penjualan domestik masih normal.

Pemerintah memang membatalkan insentif bagi maskapai untuk penerbangan ke luar negeri. Namun, insentif di dalam negeri tetap diberikan.

Hanya, kasus positif virus corona di Indonesia terus bertambah. Alhasil, masyarakat diminta berdiam diri di rumah guna menekan penyebaran virus corona.

Hingga hari ini, kasus virus corona di Tanah Air mencapai 579 orang. Sebanyak 49 di antaranya meninggal dunia dan 30 lainnya sembuh.

(Baca: Pasien Positif Virus Corona di RI Bertambah Lagi jadi 579 Orang)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait