Bayar Zakat via Bukalapak, Shopee, Gojek Naik hingga 100% saat Ramadan

Zakat online menjadi alternatif untuk mencegah penularan virus corona. Pembayaran zakat melalui Bukalapak, Gojek, dan Shopee naik hingga 100% saat ramadan.
Image title
20 Mei 2020, 12:56
Bayar Zakat via Bukalapak, Shopee, Gojek Naik hingga 100% saat Ramadan
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Ilustrasi, warga menunaikan pembayaran zakat fitrah di Masjid Nurul Huda, Kebagusan, Jakarta, Minggu (17/5/2020).

Membayar zakat secara online menjadi alternatif untuk mencegah penularan virus corona. Bukalapak, Shopee, dan Gojek pun mencatat, pembayaran zakat melalui platform mereka melonjak hingga 100% saat ramadan.

CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan, pembayaran zakat melalui fitur BukaZakat melonjak sejak awal ramadan. "Pertumbuhan zakat di Bukalapak lebih dari 70%. Dengan total penerimaan mencapai miliaran rupiah hingga hari ini," ujar Rachmat dikutip dari siaran pers, Selasa (19/5),

Bukalapak berkolaborasi dengan lembaga penyalur zakat seperti Baznas, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Lazis Muhammadiyah, Lazis Nahdlatul Ulama/NU Care, dan Pusat Zakat Umat Persis untuk menyalurkan zakat. Perusahaan berharap pengguna dapat membayar zakat dengan aman, praktis dan transparan. 

Tak hanya itu, Bukalapak menawarkan layanan akikah online melalui BukaMall. Dengan begitu, pengguna tetap bisa menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak fisik.

Advertisement

(Baca: Enam Aplikasi untuk Bayar Zakat Secara Online)

Akikah di BukaMall tersedia melalui dua mitra yaitu Aqiqah Nurul Hayat dan Rumah Aqiqah. Cabang kedua mitra ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Shopee juga menyediakan layanan donasi dan zakat online, lewat kerja sama dengan Baznas. Total dana yang dikumpulkan lebih dari Rp 730 juta per kemarin (19/5).

Direktur Utama Baznas M Arifin Purwakananta mengatakan, donasi yang terkumpul akan diberikan ke ribuan mustahik atau orang yang berhak menerima zakat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. 

"Layanan zakat dan donasi ini masih berlangsung hingga akhir Mei nanti," ujar Arifin saat konferensi pers secara virtual, kemarin. (Baca: Cara Bayar Zakat Online Pakai GoPay yang Aman di Masa Pandemi)

Ia optimistis, nilai zakat dan donasi akan terus bertambah seiring meningkatkan kepedulian masyarakat untuk bersedekah secara online. Sejak awal tahun ini, 20% penyaluran zakat Baznas berasal dari saluran digital. 

Tahun lalu, Shopee mencatat total zakat dan donasi yang dikumpulkan mencapai Rp 351,2 juta selama April hingga 29 Mei. Dana ini disalurkan melalui Baznas dan Parongpong.

Sedangkan, Gojek mencatat transaksi zakat di platform-nya melonjak dua kali lipat atau 100% sejak Maret atau ketika kasus positif virus corona di Indonesia pertama kali diumumkan. Pembayaran dilakukan menggunakan layanan teknologi finansial (fintech) GoPay.

"Banyak yang menggunakan GoPay untuk zakat, infak, sedekah. Untuk zakat meningkat dua kali lipat pada Maret dan April dibandingkan Januari-Februari," ujar Budi Vice Chairman, Payment Systems & GoPay Chief Risk and Compliance Officer Budi Gandasoebrata saat konferensi pers secara virtual, akhir pekan lalu (15/5).

Sebagaimana diketahui, ada dua jenis zakat dalam Islam. Pertama, zakat fitrah yang wajib dikeluarkan umat Muslim menjelang hari raya Idul Fitri atau lebaran. Besarannya setara 3,5 liter makanan pokok di daerah yang bersangkutan. Di Indonesia, makanan pokok yakni nasi atau beras.

Kedua, zakat mal yang nilainya 2,5% dari jumlah harta tersimpan dalam setahun. (Baca: BRI Hadirkan Layanan Pembayaran Zakat Secara Daring )

Budi pun memperkirakan, transaksi zakat melonjak saat ramadan tahun ini karena ada pandemi Covid-19. Karena itu, perusahaannya bekerja sama dengan banyak lembaga penyalur zakat.

Beberapa lembaga zakat yang diajak bekerja sama yakni Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) atau Lembaga Amil Zakat Infaq, serta Shadaqah NU (Lazisnu).

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Hilman Latief mengatakan potensi zakat masyarakat Indonesia cukup besar. “Setiap persentase muzaki meningkat 10%, 15% bahkan 20%," kata dia.

Pembayaran zakat secara digital dinilai sangat dibutuhkan selama pandemi corona. "Interaksi yang lebih dekat antara lembaga amil, muzaki, dan mustahiq (penerima zakat) baik individu maupun lembaga sangat terbantu," ujar Hilman. 

(Baca: Peluang Berzakat di Bulan Ramadan untuk Penanggulangan Covid-19)

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait