Astra Ekspansi ke Startup, Suntik Sayurbox dan Halodoc Rp 581 Miliar

Grup Astra berinvestasi di Sayurbox Rp 72 miliar dan Halodoc Rp 508 miliar. Permintaan layanan di kedua startup ini melonjak saat pandemi corona.
Desy Setyowati
21 April 2021, 20:16
astra, astra digital, startup astra, Sayurbox, halodoc
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Gedung Astra (12/8).

PT Astra International Tbk., berinvestasi di startup penyedia kebutuhan pokok, Sayurbox US$ 5 juta atau sekitar Rp 72 miliar. Induk grup Astra ini juga menyuntik modal perusahaan rintisan di bidang kesehatan, Halodoc US$ 35 juta atau Rp 508 miliar.

Aksi korporasi itu dilakukan sejak bulan lalu. “Grup merupakan investor utama pada putaran pendanaan baru dari kedua startup Indonesia ini,” demikian dikutip dari laporan keuangan kuartal I, Rabu (21/4).

Sayurbox merupakan e-commerce grocery farm-to-table. Sepanjang kuartal I, mencatat bahwa permintaan layanan meningkat 30% secara tahunan (year on year/yoy). Per tahun lalu, perusahaan menggaet 1.000 petani di beberapa daerah, termasuk Surabaya dan Bali.

Hasil panen dari petani dipasarkan melalui Sayurbox, dan dikategorisasi berdasarkan kualitasnya seperti imperfect product, grade a, b, dan c.

Advertisement

Sayurbox memperkirakan, permintaan produk segar meningkat selama ramadan. Untuk itu, “kami memanfaatkan cloud dan menerapkan program tanam untuk mengetahui apa yang sedang pasar butuhkan," ujar Communications Manager Sayurbox Bintang Angkasa kepada Katadata.co.id, akhir bulan lalu (30/3).

Sedangkan Halodoc menyediakan layanan kesehatan berbasis digital. Jumlah pengguna pun meningkat 25 kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Saat ini, Halodoc memiliki 20 juta pengguna aktif bulanan.

Jumlah transaksinya melonjak 16 kali lipat. Peningkatan ini didukung ekosistem yakni lebih dari 20 ribu mitra dokter berlisensi, 2.000 RS, klinik, dan laboratorium, serta 4.000 apotek.

Selain Astra, Halodoc meraih pendanaan seri C dari Temasek, Telkomsel Mitra Inovasi, Novo Holdings, Acrew Diversify Capital Fund, serta Bangkok Bank. Beberapa investor terdahulu yang turut berpartisipasi dalam seri tersebut yakni UOB Venture Management, Singtel Innov8, Blibli Group, Allianz X, Openspace Ventures, dan lainnya.

CEO Halodoc Jonathan Sudharta mengatakan, dana segar tersebut akan digunakan untuk memperluas penetrasi di berbagai vertikal kesehatan utama dan meningkatkan pengalaman pengguna. “Bagi kami, inovasi bukan hanya sekadar meluncurkan aplikasi canggih,” kata dia dalam siaran pers, Rabu (21/4).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait