Unicorn Xendit PHK 5% Karyawan di Indonesia dan Filipina

Tren startup PHK di Indonesia berlanjut. Kali ini unicorn di bidang fintech Xendit memangkas jumlah karyawan di Tanah Air dan Filipina.
Desy Setyowati
4 Oktober 2022, 16:55
Logo Xendit
Xendit.co.id
Logo Xendit

Pemutusan hubungan kerja alias PHK karyawan kembali dilakukan oleh startup Indonesia. Kali ini unicorn di bidang teknologi finansial (fintech) Xendit.

Chief Operating Officer Xendit Tessa Wijaya menyampaikan, perusahaan selalu mencoba untuk menyiapkan rencana bisnis terbaik. “Namun situasi makro ekonomi yang tidak menentu saat ini memaksa kami untuk melakukan rightsizing struktur dan sumber daya tim,” kata dia kepada Katadata.co.id, Selasa (4/10).

“Hal ini didasarkan pada strategi bisnis yang progresif melihat situasi ke depan, dan telah melalui pertimbangan komprehensif untuk memastikan bahwa kami siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan,” tambah dia.

Ia menegaskan bahwa rightsizing tim merupakan keputusan yang sangat sulit. Namun PHK tetap harus diambil untuk optimalisasi posisi Xendit dalam jangka pendek dan panjang.

Advertisement

“Sekitar 5% dari tim di Indonesia dan di Filipina terkena dampak dari keputusan ini,” ujar Tessa.

Xendit menyatakan komitmennya untuk mendampingi pegawai yang terkena dampak melalui masa transisi ini. Karyawan yang di-PHK akan menerima kompensasi dan prosesnya dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Namun ia tidak memerinci kompensasi yang dimaksud.

“Kami juga memberikan manfaat tambahan lain bagi tim yang terkena dampak guna membantu mereka,” tambah dia. Manfaat tambahan yang dimaksud yakni:

  1. Perpanjangan masa asuransi kesehatan
  2. Bantuan pendampingan psikolog
  3. Xendit akan mengurasi daftar alumni untuk membantu tim yang di-PHK mendapatkan pekerjaan lebih cepat.

Rightsizing struktur dan sumber daya tim ini tidak berdampak pada kelangsungan usaha Xendit. Kami tetap menjadi perusahaan pembayaran digital terdepan di Indonesia dan Filipina,” ujarnya.

“Kami berkomitmen untuk terus membangun infrastruktur pembayaran di Asia Tenggara,” tambah dia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait