Rencana Elon Musk Usai Resmi Akuisisi Twitter dan Pecat CEO

Elon Musk langsung memecat tiga pejabat usai resmi membeli Twitter. Orang terkaya di dunia ini pun mengungkapkan rencananya untuk perusahaan.
Lenny Septiani
28 Oktober 2022, 18:20
Elon Musk, twitter
Steve Jurvetson
Elon Musk

Elon Musk resmi membeli Twitter pada Kamis waktu setempat (27/10). Setelah berkunjung ke kantor Twitter sehari sebelum kesepakatan, orang terkaya di dunia ini mengungkapkan rencananya untuk perusahaan

"The bird is freed," cuit Elon melalui Twitter, Jumat (28/10). Namun ia tidak memerinci maksud dari cuitan ini.

Ia dilaporkan memecat Chief Executive Officer (CEO) Twitter Parag Agrawal, Chief Financial Officer (CFO) Ned Segal, serta Kepala Urusan Hukum dan Kebijakan Vijaya Gadde setelah menandatangani pembelian perusahaan.

“Elon Musk menuduh mereka menyesatkan dirinya dan investor Twitter atas jumlah akun palsu di platform media sosial,” kata sumber dikutip dari Reuters, Jumat (28/10).

Advertisement

Sumber mengatakan, Agrawal dan Segal berada di markas Twitter di San Francisco ketika kesepakatan ditutup. “Mereka dikawal keluar,” ujar sumber.

Setelah menjadi pemilik perusahaan, Elon Musk ingin mengatasi akun spam dan bot. Dia berencana membuat algoritme yang menentukan bagaimana konten disajikan kepada pengguna tersedia untuk umum.

Selain itu, mencegah platform menjadi ruang gema untuk kebencian dan perpecahan.

Namun Elon Musk belum memerinci tentang bagaimana dia akan mencapai semua itu dan siapa yang akan menjalankan perusahaan.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya berencana mengurangi jumlah pekerja. Padahal saat berkunjung ke kantor Twitter pada Rabu (26/10) sembari membawa wastafel, ia menyampaikan tidak akan melakukan pemutusan hubungan pekerja atau PHK 75% pegawai.

Elon Musk mengatakan, dirinya membeli Twitter bukan untuk menghasilkan lebih banyak uang. Tetapi "untuk membantu umat manusia, yang saya cintai,” kata dia melalui akun Twitter-nya.

Reporter: Lenny Septiani
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait