Startup Perikanan eFishery & Aruna Bidik Eropa hingga India Tahun Ini

Lenny Septiani
13 Januari 2023, 13:29
aruna, efishery, startup, startup perikanan
aruna
Ilustrasi, nelayan

Startup perikanan eFishery dan Aruna menyasar pasar baru di negara lain tahun ini. Negara yang dibidik mulai dari Eropa, India hingga Cina.

Co-founder sekaligus CEO eFishery Gibran Huzaifah mengatakan, perusahaan mempersiapkan ekspansi bisnis ke India dan Vietnam.

“Masih pilot, tapi tahun ini bakal komersial,” ujar eFishery kepada Katadata.co.id di sela-sela acara Indonesia PE-VC Summit 2023 yang digelar oleh DealStreetAsia di Hotel Langham, Jakarta, Kamis (12/1).

Pasar India dan Vietnam dinilai besar. “Fokus kami ekspansi pasar, tetapi memang fokusnya masih di Indonesia,” tambah dia.

Pada Januari 2022, ia mengungkapkan rencana eFishery menyasar Thailand, India, dan Cina. Perusahaan mengejar target ekspansi ke ASEAN lebih cepat, sementara India dan Cina masuk dalam perencanaan lima tahun.

Saat itu ia juga menyampaikan bahwa eFishery akan berfokus memperbesar bisnis, baru mencatatkan saham perdana alias initial public offering (IPO).

Startup perikanan lainnya, yakni Aruna melihat potensi pasar di Eropa. Perusahaan rintisan yang didukung East Ventures ini sudah menjual produk sejumlah negara, namun yang terbesar yakni Amerika dan Cina.

“Kami mau memperluas pasar ke Eropa dan Australia,” kata Co-Founder sekaligus Chief Sustainability Officer Aruna Utari Octavianty kepada Katadata.co.id. “Semoga bisa akhir tahun ini.”

Ia menyebutkan, permintaan paling banyak dari Amerika Serikat (AS) dan Cina yakni krustasea. Khusus untuk Amerika, konsumen juga berminat pada ikan seperti tuna dan kerapu.

Berdasarkan kajian internal Aruna, permintaan konsumen di Eropa diperkirakan mirip dengan Amerika Serikat.

Selain itu, “mereka tertarik dengan produk sustainable atau ramah lingkungan,” ujarnya. Sedangkan Aruna sudah menerapkan konsep sustainability. “Itu sesuai dengan kebutuhan market Eropa,” kata dia.

Aruna juga berfokus meningkatkan produktivitas nelayan di dalam negeri tahun ini. Dari sisi jumlah, startup ini menargetkan naik sekitar 40%.

Advertisement

“Itu di 31 provinsi,” kata Tari. “Fokus perusahaan menambah produksi misalnya, nelayan mennangkap dua ikan, menjadi variatif empat ikan.”

Reporter: Lenny Septiani
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait