Riset: Pelanggan JD.ID yang Tutup Beralih ke Tokopedia

Desy Setyowati
28 Maret 2023, 13:39
jd.id, tokopedia
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/rwa.
Pengunjung mempraktikkan pemanfaatan platform penjualan digital (e-commerce) JD.ID di Paris van Java Mall, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/5/2021).

JD.ID tutup operasional per 31 Maret. Riset Jakpat menunjukkan, pelanggannya cenderung beralih ke Tokopedia.

“Para pengguna JD.ID cenderung memilih berpindah ke Tokopedia ketika platform tutup,” demikian dikutip dari keterangan pers Jakpat, Senin (28/3).

Jakpat menyebutkan, 100% pengguna JD.JD menggunakan lebih dari satu e-commerce selama semester II 2022. Namun Jakpat tidak memerinci alasan konsumen JD.ID cenderung beralih ke Tokopedia.

Demografi konsumen JD.ID dan Tokopedia memang hampir mirip. Datanya sebagai berikut:

Perbandingan demografi konsumen JD.ID dan Tokopedia
Perbandingan demografi konsumen JD.ID dan Tokopedia (Jakpat)



JD.ID tutup operasional pada 31 Maret. "Dengan sangat menyesal kami mengumumkan bahwa JD.ID akan setop menerima pesanan sejak 15 Februari," kata JD.ID dalam laman resmi, pada Januari (30/1).

Perusahaan logistik yang berafiliasi dengan JD.ID yakni JDL Express juga lebih dulu menutup layanan pada 22 Januari. Selain itu, sudah menghentikan pendaftaran pengguna baru sejak 1 Januari.

JD.ID sudah melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK dua kali yakni pada Mei dan Desember 2022. Jumlah pegawai yang dipecat pada Mei 2022 tidak disebutkan.

Head of Corporate Communications & Public Affairs JD.ID Setya Yudha Indraswara menyampaikan, JD.ID tutup merupakan keputusan strategis dari JD.Com.

Kunjungan ke situs JD.com di Cina 161,8 juta, sementara JD.ID di Indonesia hanya 1,6 juta per Desember 2022.

Pendapatan dan nilai transaksi JD.id di Indonesia tidak diketahui.

Namun pendapatan bersih JD.Com pada kuartal III 2022 RMB 243,5 miliar atau US$ 34,2 miliar (sekitar Rp 212,7 triliun). Nilainya meningkat 11,4% dibandingkan kuartal III 2021 atau year on year (yoy). 

Pertumbuhan pendapatan JD.Com itu lebih tinggi ketimbang Alibaba Group Holding 3%. Namun lebih rendah dibandingkan Pinduoduo 65%. 

Reporter: Lenny Septiani

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...