GrabMart Catat Produk Perawatan Diri Paling Banyak Dicari Konsumen
Grab Indonesia mencatat perubahan signifikan dalam pola belanja masyarakat sepanjang 2025 melalui layanan GrabMart. Data internal perusahaan menunjukkan pertumbuhan pengguna yang belum berkeluarga (solo user) meningkat sebesar 8%, lebih tinggi dibandingkan pengguna keluarga.
Country Marketing Head Grab Indonesia, Melinda Savitri, menyebut tren ini berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan belanja untuk diri sendiri, khususnya produk-produk yang menunjang kesehatan dan perawatan diri.
“Tahun 2025 menjadi tahun yang cukup berat bagi banyak orang. Karena itu, kami melihat tema besar belanja masyarakat bergeser ke self-care, bagaimana orang menyiapkan kebutuhan untuk merawat dirinya sendiri,” ujar Melinda dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (18/12).
GrabMart adalah layanan belanja kebutuhan sehari-hari milik Grab yang memungkinkan pengguna membeli berbagai produk non-makanan siap santap dan kebutuhan rumah tangga langsung melalui aplikasi Grab.
Grab mencatat kategori kesehatan dan perawatan diri menjadi produk paling banyak dibeli di GrabMart sepanjang tahun ini. Produk-produk tersebut mencakup personal care, health and beauty, hingga kebutuhan farmasi.
Berikut rincian produk paling laris di GrabMart: Kesehatan dan perawatan diri, buah dan sayur, produk minuman, makanan ringan dan es krim, bahan pokok, susu dan telur, daging, produk home care, makanan instan dan roti dan sarapan.
“Ini menunjukkan kesadaran konsumen terhadap gaya hidup sehat semakin meningkat. Orang ingin tetap terawat, tetap sehat, dan itu tercermin dari isi keranjang belanja mereka,” kata Melinda.
Grab mengamati bahwa pertumbuhan pengguna belum berkeluarga melampaui pertumbuhan pengguna keluarga. Meski transaksi dari konsumen keluarga tetap meningkat, pertumbuhan tersebut lebih didorong oleh penambahan ukuran keranjang belanja.
Sebaliknya, pada solo user, peningkatan terjadi karena frekuensi dan nilai transaksi yang lebih tinggi untuk kebutuhan pribadi. Grab mencatat nilai belanja solo user tumbuh sekitar 8%, sementara volume transaksinya meningkat sekitar 3%.
“Solo user cenderung lebih banyak melakukan pembelian untuk diri sendiri. Mereka lebih sering indulge, membeli produk self-care, dan menjadikan belanja sebagai bagian dari self-reward,” kata Melinda.
Melinda menjelaskan, Grab menggunakan pola belanja sebagai sinyal untuk memahami kebutuhan pengguna. Misalnya, pembelian dalam porsi satu atau produk personal care biasanya mengindikasikan konsumen individu, sementara pembelian popok, perlengkapan rumah tangga, atau produk dalam jumlah besar lebih identik dengan konsumen keluarga.
Identifikasi ini menjadi penting bagi GrabMart dalam memastikan ketersediaan produk yang relevan.
“Pengguna tidak ingin berpindah-pindah aplikasi. Kalau barang yang dibutuhkan tidak tersedia atau habis, itu bisa menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan,” kata Melinda.
Karena itu, GrabMart berupaya memastikan daftar produk yang lengkap, mulai dari kebutuhan grocery, makanan, hingga produk self-care, agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen secara menyeluruh dalam satu platform.
