Biaya Admin Marketplace Naik, Kemendag Dorong Brand Adopsi Strategi Omnichannel

Rahayu Subekti
6 Mei 2026, 15:04
Warga berbelanja secara daring di salah satu "marketplace" di Bojong Manik, Lebak, Banten, Sabtu (4/3/2023). Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksi nilai transaksi e-commerce pada tahun 2023 naik sebesar 17 persen atau Rp572 triliun diba
ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/nz
Warga berbelanja secara daring di salah satu "marketplace" di Bojong Manik, Lebak, Banten, Sabtu (4/3/2023). Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksi nilai transaksi e-commerce pada tahun 2023 naik sebesar 17 persen atau Rp572 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp489 triliun.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Perdagangan (Kemendag) merespons tren kenaikan biaya admin di platform e-commerce yang mendorong sejumlah merek mulai membangun situs web sendiri. Pemerintah menilai fenomena ini sebagai dinamika wajar dalam perkembangan ekosistem ekonomi digital. 

"Kementerian Perdagangan mendorong pelaku usaha untuk mengadopsi strategi multichannel atau omnichannel dengan mengintegrasikan berbagai kanal penjualan secara optimal," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Shofwan kepada Katadata.co.id, Rabu (6/5). 

Pendekatan omnichannel memungkinkan pelaku usaha menjangkau konsumen lebih luas sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu platform tertentu. Strategi ini juga dinilai dapat meningkatkan daya saing brand di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin dinamis.

Di tengah tren ini, pemerintah sebelumnya berencana untuk mengatur biaya admin di marketplace. Untuk itu, permerintah perlu merevisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023 mengatur tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha. Namun, hingga kini Iqbal belum bisa memastikan hal tersebut. Meski begitu, ia menyatakan pada dasarnya pemerintah akan mengedepankan prinsip transparansi dan keadilan dalam penyusunan aturan tersebut. 

"Fokus kami adalah memastikan adanya prinsip transparansi, keadilan, dan tidak merugikan pelaku usaha. Dengan demikian, inovasi dan kompetisi antar-platform tetap terjaga," ujarnya. 

Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) sebelumnya juga mendorong agar pengaturan terkait biaya admin dapat realistis agar sejalan dengan kondisi industri di lapangan. Sekretaris Jenderal idEA Budi Primawan mengatakan, saat ini asosiasi masih terus berkomunikasi dengan pemerintah, termasuk Kementerian Perdagangan dan Kementerian UMKM terkait dengan kebijakan biaya admin untuk pedagang di platform e-commerce.

“Ini untuk memastikan pengaturannya tetap realistis dan bisa dijalankan di lapangan,” kata Budi, Selasa (5/5). 

Budi mengatakan, pada dasarnya biaya admin yang dipungut kepada pedagang online juga terkait dengan layanan yang diberikan platform. Hal ini seperti pembayaran, logistik, promosi, sampai perlindungan konsumen. 

Deputi Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI pada 20 Januari, menyatakan Kementerian UMKM bersama Kementerian Perdagangan tengah menyusun revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023.

Revisi itu akan mengakomodasi aturan terkait biaya admin e-commerce. Dalam revisi tersebut, Temmy menyebut terdapat tiga poin utama yang sedang dibahas, salah satunya mengenai pengaturan biaya platform, termasuk potongan bagi usaha mikro dan kecil dan produk dalam negeri. 

Brand Mulai Bikin Web Sendiri

Sejumlah brand terpantau mulai mundur dari platform marketplace. Nama-nama seperti True to Skin, Noera Beauty Care, dan Raecca mengumumkan langkah untuk mendorong pembeli bertransaksi di situs website mereka sendiri. Begitu juga seller dengan nama akun Watch Story yang menjual jam tangan dan Iumi yang menjual produk kecantikan. 

Salah satu pendiri alias co-founder True to Skin, Cliffton menyampaikan toko menghadapi sejumlah tantangan seperti perekonomian yang dirasa melambat, persaingan merek yang semakin ketat, dan situasi geopolitik yang berdampak ke harga bahan baku dan biaya pengemasan imbas kenaikan harga plastik. 

“Harga bahan baku dan packaging naik hampir 30%,” kata Cliffton dikutip dari akun Instagram @truetoskinofficial pekan lalu.

Lalu kini, mereka dihadapkan dengan kenaikan sejumlah biaya di marketplace. “Dan kali ini, kenaikannya cukup signifikan dan sangat memberatkan seller, terutama biaya layanan dan logistik,” kata Cliffton. 

Beban biaya itu bahkan belum termasuk biaya marketing dan affiliate. Kenaikan-kenaikan biaya ini membuat beban biaya merek yang menjual produk kecantikan ini membengkak. “Kalau kami tidak menyesuaikan harga di platform (marketplace), jujur saja, kami akan rugi besar,” ujar dia. 

Oleh karena itu, True to Skin mengambil langkah baru dengan meluncurkan situs website resmi sendiri yakni www.truetoskin.com. Brand memberikan harga spesial untuk pembelian di laman ini dan gratis ongkir alias ongkos kirim bagi pelanggan yang sudah mendukung merek, tanpa memerinci lebih lanjut. 

Noera Beauty Care juga mengeluhkan kondisi ekonomi global dan dampaknya ke kenaikan biaya bahan baku dan operasional. Di tengah kondisi ini, mereka menghadapi kenaikan biaya admin di marketplace dan biaya baru yakni biaya retur alias pengembalian barang dari konsumen. 

Kenaikan biaya dan adanya tambahan biaya itu berdampak terhadap struktur biaya operasional. Oleh karena itu, Noera Beauty Care menaikkan harga produk di marketplace. “Jangan khawatir, konsumen tetap bisa mendapatkan harga khusus (di luar promo e-commerce) melalui pembelian langsung via WhatsApp di nomor 0878 6707 7316 maupun situs web kami,” demikian dikutip dari akun Instagram Noera Beauty Care.

Begitu juga dengan brand kosmetik Raecca. "Ke depan, akan ada penyesuaian biaya layanan dan pengiriman," kata Raecca melalui akun Instagram, akhir pekan lalu. "Kami menemukan solusi baru. Konsumen bisa berbelanja dan mendapatkan harga khusus di situs website resmi www.raeccaid.com,

Sementara itu, toko online cviumi yang berjualan produk kecantikan juga mendorong pembeli untuk bertransaksi lewat situs website resmi dan akun WhatsApp mereka. Melalui laman ini, pembeli akan mendapatkan harga lebih murah ketimbang di marketplace.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...