iPhone 16 Dilarang di Indonesia, Produk Apple Diimpor dari Negara Mana Saja?

Ringkasan
- Menjelang peluncuran BPI Danantara, empat saham BUMN rontok, yaitu PTBA, BMRI, BBNI, dan TLKM.
- Danantara diproyeksikan menjadi SWF besar dunia, bahkan berpotensi melampaui GIC Singapura dengan estimasi dana kelolaan US$ 900 miliar.
- Keberadaan Danantara diharapkan membawa dampak positif pada pasar investasi Indonesia dan meningkatkan daya tarik bagi investor domestik maupun asing.

iPhone 16 masih dilarang untuk diperjualbelikan di Indonesia, karena belum mendapatkan sertifikat TKDN alias Tingkat Komponen Dalam Negeri. Dari negara mana saja produk Apple diimpor ke Tanah Air?
Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, terdapat 1.981 halaman jika mencari merek Apple di basis data Postel Komdigi atau Kementerian Komunikasi dan Digital. Satu halaman terdiri dari 10 kolom. Jika dikalikan 1.981, maka terdapat 19.810 atau lebih sertifikat yang sudah diterbitkan untuk produk buatan perusahaan Amerika ini.
Merujuk pada basis data Postel Komdigi sepanjang 10 halaman atau 100 sertifikat, produk Apple seperti iPhone, iPad, Macbook, Airpod hingga iMac berasal dari Cina, Vietnam, Thailand dan India. Khusus untuk iPhone, dikirim dari Cina dan India.
Cina menjadi negara yang paling banyak mengekspor perangkat secara keseluruhan ke Indonesia selama 2016 – 2020, menurut data Komdigi yang diperbarui per April 2024. Data 10 teratas sebagai berikut:
Penerbitan Sertifikat berdasarkan Negara Asal Perangkat pada periode 2016-2020 | |||||||
No | Negara | 2016 | 2017 | 2018 | 2019 | 2020 | Rata-rata |
1 | Cina | 3.308 | 3.961 | 8.811 | 3.293 | 3.672 | 4.609 |
2 | Indonesia | 567 | 539 | 1,280 | 609 | 734 | 746 |
3 | Amerika serikat | 296 | 407 | 154 | 150 | 148 | 231 |
4 | Jepang | 389 | 366 | 745 | 240 | 283 | 405 |
5 | Malaysia | 188 | 262 | 80 | 176 | 216 | 184 |
6 | Taiwan | 219 | 251 | 69 | 198 | 202 | 188 |
7 | Vietnam | 200 | 228 | 80 | 161 | 309 | 196 |
8 | Latvia | 0 | 94 | 0 | 46 | 84 | 45 |
9 | Meksiko | 82 | 121 | 41 | 92 | 130 | 93 |
10 | Thailand | 62 | 146 | 45 | 156 | 129 | 108 |
Proses diskusi antara Apple dengan Kementerian Perindustrian alias Kemenperin serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM terus berjalan.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan tim teknis Kemenperin tiga kali menggelar pertemuan dengan Apple dalam upaya memperpanjang sertifikasi TKDN untuk iPhone 16.
“Minggu lalu saja, tim kami sudah tiga kali bertemu,” ujar Agus usai menghadiri acara Kick Off Rintisan Teknologi dan Indonesia 4.0 di Jakarta, Rabu (19/2), dikutip dari Antara.
Menurut dia, negosiasi terus dilakukan agar manfaat yang diterima Indonesia sebanding dengan nilai pasar domestik yang dinikmati Apple. “Menurut pandangan saya, negosiasinya berjalan baik,” katanya.
Ia juga menyampaikan Apple telah menyelesaikan kewajiban investasi kepada Pemerintah Indonesia US$ 10 juta atau Rp 163,6 miliar (kurs Rp 16.360 per US$). Investasi ini bagian dari kewajiban perusahaan untuk memperoleh sertifikat TKDN periode 2020-2023.
“Sudah bayar. Sudah kami terima,” kata Agus.
Vice President of Global Policy Apple Nick Amman mengadakan pertemuan pertama dengan tim teknis Kemenperin pada 7 Januari. Pertemuan ini membahas negosiasi investasi yang menjadi syarat penerbitan sertifikat TKDN untuk produk Apple di Indonesia.
Namun Kemenperin menilai proposal yang diajukan Apple belum memenuhi empat aspek teknokratis yang ditetapkan pemerintah, yakni:
- Perbandingan investasi Apple di negara-negara lain selain Indonesia
- Perbandingan investasi dengan jenama handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) lainnya di Indonesia
- Penciptaan nilai tambah serta penerimaan negara
- Penciptaan lapangan kerja dari realisasi investasi
Kemenperin pada 2024 menyebutkan 85% dari 2,79 juta unit ponsel yang diimpor ke Indonesia merupakan produk Apple. Oleh karena itu, instansi meminta Apple untuk mengkaji ulang proposal yang diajukan supaya bisa mendapatkan sertifikat TKDN untuk varian iPhone 16, termasuk iPhone 16e.
Sementara itu, Apple dikabarkan berdiskusi dengan vendor untuk membangun pabrik komponen iPhone di Indonesia. Perusahaan asal Amerika ini sebelumnya disebut-sebut berencana membuat fasilitas produksi komponen AirTag di Tanah Air.
Beberapa sumber Asia Nikkei Review menyampaikan pemasok Apple mengambil langkah untuk mengkaji potensi membuat iPhone di Indonesia, karena perusahaan terus berupaya agar larangan penjualan iPhone 16 dicabut.
“Langkah ini, jika terwujud, akan menandai produksi iPhone pertama Apple di negara Asia Tenggara di mana perusahaan hampir tidak memiliki ekosistem rantai pasokan,” demikian dikutip dari laporan Asia Nikkei Review, pekan lalu (12/2).
Katadata.co.id mengonfirmasi kepada Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengenai kabar vendor Apple mengkaji untuk membangun pabrik komponen iPhone di Indonesia. Ia tidak mengiyakan ataupun membantah.
"Sedikit lagi. Nanti disampaikan pengumuman lengkap. Tunggu sampai close the deal," kata Faisol kepada Katadata.co.id, Rabu (19/2).
Sebelumnya Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan Apple melalui vendor berencana membangun pabrik komponen AirTag di Batam.
Rosan menyampaikan pada Januari, pabrik di Batam itu sedang dibangun dan akan rampung awal 2026. Investasi ini akan menyerap 2.000 tenaga kerja dan menyuplai 65% kebutuhan AirTag di seluruh dunia.
Vendor Apple yang akan membangun pabrik komponen AirTag di Batam itu yakni Luxshare-ICT. Apple memiliki saham di pemasok ini.
Nilai investasi tersebut US$ 1 miliar atau Rp 16 triliun. Investasi itu akan terus didorong hingga bisa mencapai US$ 10 miliar.
Yang terbaru, Rosan optimistis para vendor Apple yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia akan terus berkembang dan bertambah.
"Ini baru tahap awal. Kami sudah diskusi. Saya yakin ini akan terus berkembang, sehingga jumlah vendor bakal bertambah," ujar Rosan dikutip dari Antara, minggu lalu (11/2).
Saat ini, baru satu vendor Apple yang membangun pabrik di Indonesia. “Bandingkan dengan Vietnam yang sudah lebih dari 34 vendor. Pokoknya, saya sedang berdiskusi dengan dua atau tiga vendor lain," katanya.
Rosan menjelaskan, dalam satu produk handphone Apple, terdapat ratusan vendor. Saat ini, terdapat puluhan vendor produsen iPhone itu yang sudah berinvestasi di sejumlah negara seperti Thailand, Malaysia, Vietnam.
Jika benar vendor Apple akan membangun pabrik komponen iPhone di Indonesia, maka akan menandai produksi pertama di negara Asia Tenggara di mana perusahaan hampir tidak memiliki ekosistem rantai pasokan. Di Vietnam dengan jumlah vendor lebih dari 35 pun tidak memproduksi bagian-bagian iPhone.